SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Serang Mengaji Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai diarahkan tidak hanya sebagai gerakan pembiasaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pemetaan kemampuan peserta didik.
Pemetaan tersebut dilakukan melalui aplikasi Serang Mengaji yang mengumpulkan data kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.
Data itu nantinya dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan bentuk pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Tri Ningsih, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam Program Serang Mengaji menjadi salah satu upaya agar pembinaan keagamaan dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Data dari aplikasi ini nantinya dapat membantu pemerintah dalam memetakan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik sehingga pembinaan yang dilakukan bisa lebih tepat sasaran,” ujar Tri, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurutnya, keberadaan aplikasi tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran mengenai kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an.
Informasi tersebut penting agar pembinaan tidak dilakukan secara seragam, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi siswa.
Program Serang Mengaji tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca Al-Qur’an.
Pemkot Serang juga mengarahkannya untuk memperkuat pemahaman terhadap isi Al-Qur’an, sekaligus membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Tri mengatakan, pembangunan sumber daya manusia membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Pendidikan formal perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai moral dan keagamaan.
“Melalui media sosial, website, dan YouTube resmi Pemerintah Kota Serang, kami terus menayangkan berbagai kegiatan Program Serang Mengaji agar masyarakat mengetahui, memahami, dan ikut berpartisipasi dalam program ini,” katanya.
Di sisi lain, Diskominfo Kota Serang turut memperkuat penyebarluasan informasi mengenai aplikasi dan kegiatan Serang Mengaji melalui berbagai kanal digital milik Pemkot Serang.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat mengetahui keberadaan aplikasi sekaligus memahami tujuan penggunaannya dalam mendukung pembinaan peserta didik.
Pemkot Serang juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui program donasi yang difasilitasi Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap pelaksanaan Program Serang Mengaji.
BWA turut memberikan apresiasi berupa kesempatan memperoleh hadiah umrah bagi masyarakat yang aktif menggunakan aplikasi dan mengikuti program infak hingga akhir tahun.
Tri berharap, penggunaan aplikasi tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi dapat menghasilkan pembinaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik.
“Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan Program Serang Mengaji. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan, khususnya dalam membangun generasi Qurani di Kota Serang,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono












