LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 15 desa wisata terbaik di Kabupaten Lebak lolos Program Penilaian dan Pembinaan Desa Wisata Kabupaten Lebak Tahun 2026.
Ke-15 desa wisata tersebut terpilih setelah melewati proses penilaian dan verifikasi dari 151 desa yang mengikuti program tersebut.
Selanjutnya, 15 desa wisata terbaik itu akan mengikuti rangkaian coaching clinic dan pembinaan sebagai persiapan menuju Wonderful Indonesia Awards (IWA) 2026.
Program tersebut bertujuan mematangkan potensi, inovasi, dan tata kelola desa wisata sebelum mewakili Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten di tingkat nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Yosep M Holis, meminta seluruh desa wisata terpilih terus meningkatkan inovasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami meminta desa yang terpilih untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Lebak di kancah nasional,” ujar Yosep, Minggu, 9 Agustus 2026.
Yosep berharap seluruh desa wisata dapat memanfaatkan rangkaian pembinaan dan coaching clinic secara maksimal. Selain meningkatkan kualitas destinasi, pengelola juga perlu memperkuat kelembagaan, pelayanan, kreativitas, serta keterlibatan masyarakat.
“Keberhasilan masuk 15 besar bukan menjadi akhir dari proses, melainkan tahap awal untuk mempersiapkan desa wisata agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata daerah,” ujarnya.
Sekretaris Disbudpar Lebak, Luli, menambahkan bahwa keberadaan 15 desa wisata tersebut menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Menurutnya, potensi alam, budaya, ekonomi kreatif, hingga kearifan lokal yang dimiliki desa dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.
“Dengan pembinaan secara berkelanjutan, desa wisata di Kabupaten Lebak diharapkan tidak hanya mampu berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan membuka peluang usaha baru di sektor pariwisata,” pungkasnya.
Reporter: Nurabidin Editor : Aas Arbi

