KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan kembali menaiki kendaraan tempur atau tank menuju lokasi upacara di Lapangan Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala, Serpong Utara, Senin 17 Agustus 2026.
Benyamin dan Pilar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menaiki tank Scorpion dari sekitar Kantor Kelurahan Pondok Jagung menuju lokasi upacara.
Jarak perjalanan tersebut sekitar 900 meter. Sebanyak tiga kendaraan tempur dikerahkan dalam rangkaian kegiatan tersebut, yakni dua unit tank Scorpion dan satu unit Stormer.
Selain Benyamin dan Pilar, rombongan juga diikuti Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumaloli, Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid, serta Danyon Kavaleri 9 Letkol Kav Boyke Antonius Nainggolan.
Sepanjang perjalanan, iring-iringan tank mendapat perhatian warga. Sejumlah masyarakat, termasuk anak-anak, terlihat berdiri di pinggir jalan menyaksikan langsung kendaraan tempur yang melintas.
Benyamin dan rombongan pun beberapa kali melambaikan tangan kepada warga.
Benyamin mengatakan, penggunaan kendaraan tempur dalam rangkaian upacara HUT RI di Tangsel bukan hal baru. Tradisi tersebut telah beberapa kali dilakukan ketika upacara digelar di Batalyon Kavaleri 9.
Menurutnya, lokasi upacara kembali dipusatkan di Batalyon Kavaleri 9 karena Lapangan Cilenggang yang sebelumnya digunakan masih dalam proses pembangunan.
Bagi Benyamin, perjalanan menggunakan tank memberikan pengalaman tersendiri. Terlebih, kegiatan tersebut juga mampu menghadirkan suasana berbeda bagi masyarakat dalam memperingati momentum kemerdekaan.
“Naik tank ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Selain menunjukkan kedekatan dengan TNI, kegiatan ini juga membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin meriah, terutama bagi anak-anak yang antusias melihat kendaraan tempur dari dekat,” kata Benyamin.
Ia menilai keberadaan parade kendaraan tempur tidak semata-mata menjadi tontonan, tetapi juga dapat menumbuhkan semangat nasionalisme serta mempererat hubungan antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat.
Benyamin menegaskan, tradisi parade kendaraan tempur tersebut akan terus dipertahankan dalam momentum peringatan HUT RI di Tangsel.
“Ini bagian dari semangat kita untuk menghadirkan peringatan kemerdekaan yang dekat dengan masyarakat. Anak-anak bisa melihat langsung alutsista dan mengenal lebih dekat peran TNI dalam menjaga pertahanan negara,” ujarnya.
Setibanya di Lapangan Batalyon Kavaleri 9, Benyamin kemudian memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Tangsel.
Sementara itu, Anggota Batalyon Kavaleri 9 Kopda Dimas RN menjelaskan, pihaknya menyiapkan tiga kendaraan tempur untuk mendukung rangkaian kegiatan HUT RI tersebut.
Dua di antaranya merupakan tank Scorpion, sedangkan satu unit lainnya adalah Stormer. Kedua kendaraan tempur tersebut merupakan produksi Inggris dan mulai digunakan di Indonesia pada periode 1995-1997.
Dimas menyebut, Batalyon Kavaleri 9 memiliki sekitar 46 unit dari total sekitar 100 unit kendaraan sejenis yang berada di Indonesia.
Tank Scorpion memiliki kapasitas tiga personel, yakni pengemudi, penembak dan komandan kendaraan. Kendaraan tersebut dilengkapi meriam serta persenjataan pendukung dan memiliki kecepatan maksimal sekitar 100 kilometer per jam.
Sementara itu, Stormer memiliki kapasitas hingga 10 personel dan dilengkapi senjata mesin berat kaliber 12,7 milimeter. Kendaraan tempur tersebut memiliki bobot sekitar 12 ton, sedangkan Scorpion sekitar 8 ton.
Keberadaan kendaraan tempur dalam peringatan HUT RI di Tangsel pun menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan rangkaian perayaan kemerdekaan tersebut.
Editor Daru












