SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi I DPRD Kabupaten Serang mendorong penambahan anggaran untuk memperkuat sarana dan prasarana Pemadam Kebakaran (Damkar). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kecepatan respons dalam menangani kebakaran dan berbagai kondisi kegawatdaruratan.
Saat ini, armada Damkar Kabupaten Serang masih terbatas. Bahkan, sejumlah kendaraan membutuhkan perbaikan. Kondisi tersebut dinilai belum ideal mengingat Kabupaten Serang memiliki 29 kecamatan dengan wilayah yang cukup luas.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang, TB Muhammad Soleh, mengatakan dukungan anggaran untuk penambahan sarana dan prasarana Damkar masih minim. Padahal, Damkar memiliki peran vital dalam penanganan kebakaran maupun berbagai kondisi kegawatdaruratan lainnya.
“Kita Komisi I sudah berupaya mendorong di KUAPPAS perubahan agar ada penambahan anggaran bagi BPBD, khususnya unit Damkar,” kata Soleh, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurutnya, Damkar merupakan salah satu perangkat yang sangat penting dalam penanganan kondisi darurat sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
Selain menangani kebakaran, petugas Damkar juga kerap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi, seperti mengevakuasi ular hingga menangani warga yang mengalami kecelakaan atau terjebak.
“Bukan cuma kebakaran. Apa pun itu serba bisa. Menangkap ular panggil Damkar, tangan kejepit panggil Damkar, dan lain sebagainya. Tentu citra baik ini perlu ada dorongan juga dari daerah dengan pemenuhan fasilitas yang mumpuni,” ujarnya.
Dorongan penambahan armada tersebut juga dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya kasus kebakaran di Kabupaten Serang.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, jumlah kasus kebakaran mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut, kata Soleh, harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan Damkar.
“Semoga Banggar dan TAPD bisa menambah anggaran untuk Damkar. BPBD ini bidang yang sangat urgen tetapi minim anggaran. Karena memang sifatnya insidental, namun kita tidak boleh menunggu musibah datang. Harus ada upaya preventif sehingga ketika musibah datang semuanya sudah siap dan dapat tertangani dengan baik,” tegasnya.
Soleh menilai, dengan 29 kecamatan yang tersebar di lima daerah pemilihan (dapil), jumlah armada Damkar yang tersedia saat ini masih belum mencukupi.
Ia mengusulkan agar setiap dapil setidaknya memiliki dua armada Damkar yang selalu siaga sehingga waktu respons terhadap kejadian kebakaran dapat dipangkas.
“Kami masyarakat Serang Barat, khususnya Kramatwatu dan Bojonegara, biasanya ketika ada kebakaran meminta tolongnya ke Damkar Cilegon karena lebih dekat. Soalnya apabila meminta tolong ke Damkar Kabupaten Serang, jaraknya terlalu jauh,” ujarnya.
Menurutnya, penempatan armada secara proporsional di setiap dapil akan membuat penanganan kebakaran lebih cepat dan maksimal.
“Tentunya idealnya setiap dapil ada dua armada Damkar, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih maksimal dan lebih cepat,” tegasnya.
Editor: Mastur Huda












