SERANG – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau IWAPI Provinsi Banten meluncurkan Kampung Hortikultura IWAPI di Green Light, di Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Peluncuran ini menjadi langkah IWAPI Banten mendorong pemberdayaan perempuan melalui sektor pertanian dan hortikultura yang diharapkan menjadi ruang pengembangan usaha bagi perempuan pengusaha.
Keberadaan Kampung Hortikultura itu ditargetkan mampu memperkuat ekonomi keluarga dan ketahanan pangan masyarakat bahkan produk dari Kampung Hortikultura itu dibidik untuk di ekspor.
Ketua Umum DPD IWAPI Provinsi Banten, Renny Fonda, mengatakan Kampung Hortikultura dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan perempuan. Kawasan ini juga menjadi tempat belajar, pelatihan, serta inkubasi bagi perempuan pengusaha di bidang agro dan hortikultura.
“Saat ini terdapat sekitar 25 anggota IWAPI yang memiliki dan mengelola lahan dengan luas sekitar tiga hektare. Lahan tersebut ditanami berbagai komoditas hortikultura, seperti cabai, tomat, dan sayuran organik,” katanya di hadapan peserta.
Renny Fonda menyebut pengembangan Kampung Hortikultura tidak hanya berorientasi pada kegiatan bercocok tanam. Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi desa dari sektor hulu hingga hilir.
“Produk yang dihasilkan nantinya didorong menjadi produk olahan hingga memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor. Di kampung ini, para anggota IWAPI tidak hanya menanam sayur, buah, dan tanaman hias, kami menanam harapan, menanam kemandirian, dan menanam masa depan,” ujar Renny.
Renny berharap Kampung Hortikultura IWAPI dapat memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat, serta perekonomian daerah. Keberadaan kawasan tersebut juga diharapkan menjadi contoh pemberdayaan perempuan melalui sektor pertanian yang produktif.
“IWAPI Banten berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi hortikultura dari proses produksi hingga pemasaran. Dengan demikian, Kampung Hortikultura diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI), Nita Yudi mengatakan, Gerakan Perempuan Pangan tahun ini difokuskan pada pembangunan Kampung Hortikultura untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Masalahnya adalah masalah perut. Kalau masalah perut aman, insyaallah kita mau berjalan menggerakkan usaha, insyaallah itu akan lebih aman. Hari ini kita memilih Desa Sukabares sebagai pilot project pertama yang diinisiasi oleh Waketum DPP bidang Pertanian Ibu Susi Andreani,” ujar Nita.
Menurut Nita, kendala utama perempuan dalam bertani adalah keterbatasan akses lahan. Karenanya, ia mengajak para suami, pemerintah daerah, TNI, dan pihak lain yang memiliki lahan tidur untuk berkolaborasi.
Ke depan, IWAPI menargetkan pembukaan Kampung Hortikultura di seluruh Indonesia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan.
“Yang dekat dulu habis itu tetangga-tetangga sampai ke Papua. Tapi yang jelas di Papua juga sudah ada, Papua Barat Daya itu mendapatkan bibit-bibit cabai waktu periode Pak Amran (Mentan) pertama,” katanya.
Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule mengapresiasi IWAPI atas inisiasi Gerakan Perempuan Pangan yang membantu dalam mempertahankan ketersediaan pangan nasional, khususnya komoditas hortikultura.
“Dari Kementerian Pertanian, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada ibu-ibu di IWAPI. Dengan Gerakan Perempuan Pangan ini bisa membantu mempertahankan ketersediaan pangan yang sudah kita capai. Kementerian Pertanian siap mendukung dan sudah sejak dulu mendukung,” ungkapnya.
Taufiq menegaskan tidak ada lagi persoalan gender di sektor pertanian. Perempuan telah lama bergerak di berbagai lini, baik sebagai tenaga kerja lapangan maupun di posisi manajerial.
“Melalui gerakan ini, fokus diarahkan pada pemanfaatan lahan-lahan untuk kawasan hortikultura dan mendorong aspek hilirisasi agar memberikan dampak ekonomi bagi perempuan,” katanya.
Peluncuran ini dihadiri oleh Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, dan Ketua DPP IWAPI Nita Yudi.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IWAPI dan Kementerian Pertanian. Menurutnya, peluncuran Kampung Hortikultura merupakan langkah luar biasa dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di wilayahnya.
“Secara pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Ketua Umum IWAPI pusat, provinsi, dan daerah, serta kepada Pak Menteri Pertanian yang diwakili Dirjen Hortikultura yang telah menginisiasi kegiatan ini,” kata perempuan yang akrab disapa Ratu Zakiyah itu.
Zakiyah menjelaskan, Kabupaten Serang merupakan salah satu lumbung padi terbesar ketiga di Provinsi Banten. Ia berharap program di Desa Sukabares dapat menjadi percontohan dan direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Serang.
“Saya yakin kalau IWAPI sudah bergerak insyaallah organisasi perempuan yang lain bisa mengikuti itu juga. Karena ini untuk ketahanan pangan kalau pangan kita kuat insyaallah rakyat kita juga akan terjamin dan sejahtera,” katanya.
Editor: Abdul Rozak












