SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menyatakan menerima dan siap mengikuti keputusan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Muktamar ke-35 NU sebelumnya sempat memanas dan diwarnai kericuhan pada pelaksanaannya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Sekretaris PWNU Banten Ahmad Nuri menegaskan, dinamika dalam proses pemilihan kepemimpinan NU merupakan bagian dari kontestasi internal organisasi dan tidak semestinya dimaknai sebagai pertarungan antarkubu.
“NU Banten menerima dan akan mengikuti. Kita menerima semua prosesnya. Aman-aman saja,” kata Ahmad Nuri kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Nuri, terpilihnya Gus Kikin merupakan keputusan yang sah berdasarkan mekanisme organisasi. Terlebih, Gus Kikin bukan sosok asing bagi kalangan NU karena dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman dalam menjalankan roda organisasi.
“Gus Kikin guru saya. Gus Kikin adalah kader terbaik NU yang sekarang menjabat Ketua NU Jawa Timur, sekarang dipilih menjadi Ketua Umum PBNU. Itu sah-sah saja saya kira. Enggak ada yang jagoan atau tidak jagoan,” ujarnya.
Nuri menekankan, dinamika yang terjadi dalam tubuh NU tidak seharusnya dipandang sebagai ruang pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan.
Sebaliknya, dia menilai proses tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pengabdian untuk menentukan kepemimpinan organisasi secara rasional dengan mempertimbangkan khidmat.
“Proses dinamika internal, termasuk kontestasi internal, tidak dimaknai sebagai ruang pertarungan, tapi ruang pengabdian yang memang kalkulasi rasional dengan pendekatan khidmat yang dilakukan oleh ketua-ketua dan syuriyah-syuriyah yang terpilih,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nuri menilai terpilihnya Gus Kikin menjadi kejutan dalam dinamika Muktamar ke-35 NU. Namun, menurut dia, Gus Kikin memiliki sejumlah modal penting yang membuatnya layak menjadi figur alternatif di tengah dinamika internal PBNU.
“Gus Kikin itu adalah figur alternatif dari sekian dinamika yang ada di PBNU. Beliau orangnya jalan tengah,” katanya.
Selain dikenal sebagai figur yang dinilai mampu mengambil posisi moderat, Gus Kikin juga merupakan bagian dari zuriat pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.
Menurut Nuri, latar belakang tersebut dilengkapi dengan kapasitas organisasi, jaringan, serta visi ke-NU-an yang dimiliki Gus Kikin.
“Beliau tidak terjebak konflik, terus juga muassis, zuriat pendiri NU, yaitu zuriatnya Mbah Hasyim Asy’ari. Punya kapasitas yang memadai, punya kompetensi, network yang bagus, visi ke-NU-annya jelas, baik tatanan global maupun proses penataan organisasi dan membangun jamaah dan jam’iyah di Indonesia ini,” ungkapnya.
Reporter: Nurandi -Editor: Aas Arbi

