SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Anggota Komisi V DPRD Banten Yeremia Mendrofa mengapresiasi penghentian sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menurut Yeremia, kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat selama kondisi lingkungan masih berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik.
“Yang ingin saya tekankan adalah bahwa pendidikan memang penting, tetapi keselamatan dan kesehatan anak-anak didik kita adalah hal yang lebih utama,” kata Yeremia, Selasa, 8 September 2026.
Ia menilai keselamatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama pemerintah di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karena itu, Yeremia mendukung penerapan PJJ sekaligus penghentian sementara MBG di sekolah selama kondisi belum sepenuhnya aman.
“Kemudian kita dorong bahwa tidak hanya saja misalnya penghentian distribusi tapi harus memastikan kebijakan tersebut tidak menimbulkan makanan yang mubazir,” ujarnya.
“Jangan sampai ada yang mubazir,” sambungnya.
Menurut Yeremia, pemerintah tidak cukup hanya memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan juga harus dilakukan terhadap sebaran abu vulkanik dan kualitas udara di wilayah terdampak.
“Kami mendorong adanya penguatan perlindungan kepada masyarakat, yakni dengan memastikan layanan kesehatan selalu siaga dalam melayani masyarakat terdampak erupsi Anak Krakatau ini,” ujarnya.
Yeremia meminta pemerintah melakukan pemantauan secara real time untuk mengetahui wilayah yang terdampak abu vulkanik, kondisi kualitas udara, serta potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Data tersebut, menurut dia, penting sebagai dasar pemerintah dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat, termasuk kebijakan terhadap kegiatan pendidikan dan distribusi MBG.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional menghentikan sementara distribusi MBG selama tiga hari di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk Banten.
Koordinator Wilayah BGN Banten Asep Royani mengatakan penghentian tersebut mengikuti aktivitas kegiatan belajar mengajar. Ketika sekolah tidak melakukan kegiatan belajar secara langsung karena PJJ, distribusi MBG juga dihentikan sementara.
Kebijakan tersebut akan dievaluasi kembali pada Rabu, 9 September 2026, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi dan potensi risiko kesehatan.
Yeremia berharap seluruh kebijakan pemerintah selama erupsi Gunung Anak Krakatau tetap menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.
Reporter: Yusuf Permana – Editor: Aas Arbi












