• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kota Serang

Bukan Debu Biasa, Ini Kandungan Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Risikonya

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Kamis, 10 September 2026 08:24
in Kota Serang
Bukan Debu Biasa, Ini Kandungan Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Risikonya

Ilustrasi AI: Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dapat mengganggu kesehatan, terutama mata dan saluran pernapasan.

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Anak Krakatau tidak bisa disamakan dengan debu biasa. Material hasil erupsi tersebut terdiri dari partikel batuan dan mineral berukuran sangat halus yang dapat terbawa angin dan masuk ke saluran pernapasan manusia.

Abu vulkanik terbentuk ketika magma dan batuan di sekitar kawah terpecah akibat tekanan serta proses erupsi. Ukurannya sangat beragam, mulai dari partikel yang relatif kasar hingga partikulat sangat halus yang dapat melayang di udara.

RelatedPosts

Imigrasi Serang

Barron Ichsan Monitoring Kantor Imigrasi Serang, Pastikan Pelayanan Masyarakat Sesuai SOP

Kamis, 29 Oktober 2026 17:25
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang

Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Baru 45 Persen, Target Rampung Desember 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 17:18
kosan per jam Kota Serang

Pemkot Serang Siapkan Satgas Pengawas Rumah Kos, Pelanggar Terancam Dibongkar

Kamis, 29 Oktober 2026 16:10
Rumah kos Kota Serang

Pemkot Serang Siapkan Satgas Kelurahan untuk Awasi Usaha Rumah Kos yang Menyimpang

Kamis, 29 Oktober 2026 15:18

Partikel berukuran kecil menjadi perhatian karena dapat terhirup hingga bagian dalam saluran pernapasan. Beberapa jenis abu vulkanik juga dapat mengandung silika kristalin, meski komposisi abu dapat berbeda antara satu gunung api dengan gunung api lainnya dan perlu dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Paparan abu vulkanik dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Keluhannya antara lain batuk, tenggorokan terasa gatal, hidung berair, serta rasa tidak nyaman ketika bernapas.

Pada mata, abu dapat menyebabkan rasa perih, merah, berair, hingga iritasi. Kondisi ini dapat semakin mengganggu ketika seseorang berada di lokasi dengan konsentrasi abu yang tinggi atau dalam waktu paparan yang lama.

Risiko lebih besar perlu diwaspadai kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau penyakit paru dan jantung. Paparan partikulat dapat memperburuk keluhan pernapasan yang sebelumnya sudah dimiliki.

Bukan Hanya Abu

Bahaya erupsi juga tidak hanya berasal dari abu. Aktivitas gunung api dapat melepaskan gas vulkanik, termasuk sulfur dioksida (SO₂), yang pada konsentrasi tertentu dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan.

Karena itu, warna atau ketebalan abu yang terlihat mata tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menentukan tingkat bahayanya. Risiko kesehatan dipengaruhi oleh ukuran partikel, konsentrasi di udara, lamanya paparan, kondisi cuaca, serta kondisi kesehatan seseorang.

Jangan Tunggu Sampai Sesak

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika abu sedang turun atau kualitas udara memburuk.

Jika harus keluar rumah, gunakan masker atau respirator partikulat yang sesuai. Respirator seperti N95 dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikel abu dibandingkan masker kain atau masker biasa. Gunakan pula kacamata untuk melindungi mata dari partikel abu.

Ketika abu masuk ke mata, jangan menggosoknya. Segera bilas dengan air bersih. Jika mata tetap terasa sakit, kemerahan berat, atau penglihatan terganggu, segera periksakan ke fasilitas kesehatan.

Sementara jika abu terhirup dan menimbulkan batuk atau iritasi, segera pindah ke lokasi dengan udara yang lebih bersih. Masyarakat perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, napas berbunyi, atau gangguan pernapasan yang semakin berat.

Hati-hati Saat Membersihkan Abu

Abu yang telah mengendap di rumah juga perlu dibersihkan dengan hati-hati. Jangan menyapu abu dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup.

Gunakan perlindungan pernapasan dan mata saat membersihkan. Abu juga sebaiknya dibasahi secukupnya agar tidak mudah beterbangan, kemudian dikumpulkan dan dibuang dengan cara yang aman.

Masyarakat di wilayah terdampak juga diminta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan erupsi dan sebaran abu dari PVMBG, BPBD, Dinas Kesehatan, serta pemerintah daerah.

Abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa. Namun, karena ukurannya sangat halus dan dapat membawa partikel mineral ke saluran pernapasan, paparan sebaiknya tidak dianggap sepele.

Reporter: Yusuf Permana – Editor: Aas Arbi

Tags: Abu vulkanikGunung Anak KrakatauISPAKesehatan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

BKPSDM Kota Serang Raih 5 Penghargaan BKN, Budi Rustandi Beri Apresiasi

Next Post

DVI Kumpulkan Data Ante Mortem 5 Jurnalis dan Kru Kapal Hilang di Selat Sunda

Next Post
DVI Kumpulkan Data Ante Mortem 5 Jurnalis dan Kru Kapal Hilang di Selat Sunda

DVI Kumpulkan Data Ante Mortem 5 Jurnalis dan Kru Kapal Hilang di Selat Sunda

Penipuan Investasi arisan

Tipu Puluhan Korban, Tersangka Arisan Fiktif Rp 2,8 Miliar Ditahan Polda Banten

Kamis, 29 Oktober 2026 09:04
Tutup Usia, Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Ternyata Mengidap Sakit Ini

Tutup Usia, Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Ternyata Mengidap Sakit Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 11:47
Pembangunan Makodim Tangsel

Pangdam Jaya Apresiasi Pemkot Tangsel Dukung Pembangunan Makodim

Rabu, 28 Oktober 2026 14:22
Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Selasa, 27 Oktober 2026 10:07
Polresta Serang Kota Gelar Operasi Patuh Maung di Dua Lokasi Hari Ini, Disini Tempatnya

Polresta Serang Kota Gelar Operasi Patuh Maung di Dua Lokasi Hari Ini, Disini Tempatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 09:45
Dua pejabat Pandeglang pensiun

Bupati Pandeglang Dewi Setiani Lepas Dua Pejabat yang Memasuki Masa Pensiun

Kamis, 29 Oktober 2026 15:08
Hari Ketiga Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Gelar Operasi di Empat Lokasi Ini

Hari Ketiga Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Gelar Operasi di Empat Lokasi Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 11:54

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Munas X IWAPI 2026, Tatyana Sentani Sutara Ditetapkan sebagai Calon Tunggal Ketua Umum

Munas X IWAPI 2026, Tatyana Sentani Sutara Ditetapkan sebagai Calon Tunggal Ketua Umum

by Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026 20:27
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID - Tatyana Sentani Sutara ditetapkan sebagai calon tunggal Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) periode 2026-2031. Penetapan...

1% Sharing KRAKATAU POSCO Ubah Rumah Masyarakat Jadi Layak Huni

1% Sharing KRAKATAU POSCO Ubah Rumah Masyarakat Jadi Layak Huni

by Bayu Mulyana
Kamis, 29 Oktober 2026 18:57
0

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID –  Kediaman milik Faikoh, warga Kampung Kebanjiran, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan diubah menjadi rumah layak huni melalui program volunteer...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.