SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzammil Yusuf (AMY) membuka Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) Anggota Legislatif dan Pejabat Publik PKS se-Banten, Kamis 17 September 2026.
Mengusung tema “Pemimpin Transformatif: Tingkatkan Pelayanan, Hadirkan Perubahan”, kegiatan tersebut diikuti anggota legislatif dan pejabat publik PKS dari tingkat kabupaten/kota hingga Provinsi Banten.
Dalam arahannya, Al Muzammil menekankan pentingnya keberanian para wakil rakyat dan pejabat publik PKS membangun kolaborasi serta komunikasi dengan berbagai sektor yang memiliki keterkaitan dengan kebijakan kerakyatan.
Menurut dia, kompleksitas persoalan masyarakat menuntut pejabat publik tidak bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Harus berani membangun kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai lintas sektor yang memiliki keterkaitan dengan kebijakan kerakyatan,” ujar Al Muzammil.
Ia juga mengingatkan para pejabat publik PKS agar tidak gagap menghadapi perubahan zaman, khususnya perkembangan teknologi dan dunia digital. Adaptasi, kata dia, diperlukan terhadap berbagai dinamika di tingkat global, regional hingga lokal.
“Pejabat publik PKS harus adaptif terhadap perkembangan, baik global, regional maupun lokal,” katanya.
Usai memberikan arahan, Al Muzammil secara resmi membuka Bimtekda. Momentum pembukaan ditandai dengan pemberian golok khas Banten oleh Ketua DPW PKS Banten Muhammad Najib Hamas kepada Presiden PKS tersebut.
Pemberian golok itu menjadi simbol yang lekat dengan identitas dan tradisi perjuangan masyarakat Banten. Golok dimaknai sebagai pesan agar kader dan pejabat publik PKS memiliki keberanian dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, membela kebenaran serta melindungi kepentingan rakyat.
Simbol tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa jabatan publik bagi kader PKS tidak semata-mata berkaitan dengan posisi, tetapi harus diikuti keberanian untuk bekerja dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ketua DPW PKS Banten Muhammad Najib Hamas menambahkan, tema “Pemimpin Transformatif: Tingkatkan Pelayanan, Hadirkan Perubahan” merupakan penegasan terhadap orientasi kepemimpinan yang dikembangkan PKS.
Menurut Najib, pejabat publik harus memiliki spirit melayani dan mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Pemimpin transformatif adalah pemimpin yang mengedepankan jiwa melayani dan menghadirkan perubahan yang lebih baik di tengah masyarakat,” ujar Najib.
Bimtekda tersebut berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sejumlah narasumber tingkat nasional, mulai dari pengurus DPP PKS, praktisi, hingga trainer internasional.
Melalui kegiatan tersebut, PKS Banten menargetkan adanya peningkatan pemahaman, kapasitas dan kemampuan para anggota legislatif serta pejabat publiknya. Dengan kapasitas yang semakin kuat, para kader yang berada di ruang-ruang kebijakan publik diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung masyarakat.
Bimtekda menjadi bagian dari upaya PKS memperkuat kapasitas kader yang menjalankan mandat sebagai wakil rakyat dan pejabat publik, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi orientasi utama dalam menjalankan tugas.
Editor: Abdul Rozak











