Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan Diabetes Melitus (DM) dan stunting pada anak melalui kegiatan Praktik Farmasi Sosial (PFS) di RW 04 Harapan Jaya, Bekasi.
Melalui kegiatan yang berlangsung pada 1–20 Agustus 2026, mahasiswa PFS Kelompok 3 membawa edukasi kesehatan langsung ke tengah masyarakat sebagai bagian dari penerapan ilmu kefarmasian. Pencegahan penyakit tidak hanya menjadi persoalan pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam membangun pola hidup sehat sejak dini.
Rektor Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berbasis masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.
“Mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama proses pembelajaran dalam situasi nyata. Melalui kegiatan Praktik Farmasi Sosial, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi, dan memberikan kontribusi melalui bidang keilmuannya,” ujar Rektor.
Edukasi Kesehatan Bersama Masyarakat
Kegiatan PFS Kelompok 3 diawali dengan pembukaan yang dihadiri mahasiswa peserta, dosen pembimbing, jajaran pengurus RW 04 Harapan Jaya, serta perwakilan ketua RT. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut mencerminkan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pencegahan Diabetes Melitus dan stunting pada anak. Materi disampaikan oleh Dr. apt. Sri Teguh Rahayu, M.Farm. Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat memperoleh informasi mengenai konsep dasar Diabetes Melitus, tanda dan gejala yang perlu dikenali, serta peran keluarga dalam melakukan upaya pencegahan.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai stunting, mulai dari pengertian, penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya. Edukasi menekankan pentingnya pemenuhan gizi, penerapan pola hidup sehat, pencegahan infeksi, sanitasi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.
Peran Keluarga dalam Pencegahan Penyakit
Diabetes Melitus dan stunting merupakan persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian sejak dini. Pencegahan dapat dimulai melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, memenuhi kebutuhan gizi, serta memperhatikan tumbuh kembang anak. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diajak untuk lebih memahami faktor risiko dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.
Pemahaman mengenai pola hidup sehat diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil langkah preventif sebelum munculnya masalah kesehatan yang lebih serius. Sementara itu, perhatian terhadap gizi, sanitasi, pencegahan infeksi, dan pemantauan pertumbuhan menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dari Kampus untuk Masyarakat
Bagi mahasiswa, Praktik Farmasi Sosial menjadi ruang pembelajaran untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Interaksi dengan warga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami. Kegiatan ini juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepedulian terhadap persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Melalui pendekatan edukatif dan interaksi langsung, mahasiswa belajar bahwa penerapan ilmu kefarmasian tidak hanya berkaitan dengan obat, tetapi juga memiliki peran dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Mahasiswa PFS Kelompok 3 berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat RW 04 Harapan Jaya mengenai pentingnya pencegahan Diabetes Melitus dan stunting pada anak.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, dan melakukan pemantauan kesehatan secara lebih baik.
Melalui Praktik Farmasi Sosial, Universitas Esa Unggul terus mendorong mahasiswa untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan edukasi kesehatan menjadi bagian dari upaya membangun lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi di bidangnya, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.












