SERANG – Polda Banten menggandeng dunia usaha untuk menekan angka pengangguran, sekaligus membuka lebih banyak akses kerja bagi masyarakat. Kolaborasi itu diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Polda Banten dengan PT Gyokai Indonesia Kompeten terkait penyaluran peserta Program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran).
Penandatanganan PKS oleh Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Hengki dan CEO PT Gyokai Indonesia Tbk Teguh Imam Pamudi berlangsung di PT Gyokai Indonesia Kompeten, Jalan Pesona Wibawa Praja, Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9).
Hengki mengatakan, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi. Namun, juga punya keterkaitan dengan persoalan sosial dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Pengangguran masih menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Masih banyak anak-anak muda yang memiliki semangat dan potensi, namun belum memperoleh keterampilan maupun akses yang memadai menuju dunia kerja,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Radar Banten, Minggu (27/9).
Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu alasan Polda Banten menghadirkan Program Poliran. Program itu merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan sosial masyarakat sekaligus bagian dari upaya pencegahan potensi gangguan kamtibmas.
Hengki menyebut, Program Poliran yang dikoordinasikan oleh Ditbinmas Polda Banten telah melaksanakan enam gelombang pelatihan dan pembinaan dengan total 567 peserta. Dari jumlah itu, sebanyak 175 peserta telah disalurkan untuk bekerja di perusahaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Program Poliran, lanjut Hengki, dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Yakni, merekrut, melatih, dan menyalurkan.
Perekrutan dilakukan melalui Bhabinkamtibmas yang tersebar di enam Polres di wilayah hukum Polda Banten. Sasarannya adalah masyarakat, khususnya anak muda yang belum bekerja tetapi memiliki kemauan untuk berkembang.
“Peserta dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri, termasuk keterampilan mengelas, bercocok tanam, beternak, hingga pengelolaan bank sampah,” ungkapnya.
Hengki menegaskan, peserta Poliran tidak hanya dipersiapkan agar memiliki kemampuan untuk bekerja. Mereka juga dibekali karakter, kedisiplinan, dan sikap kerja.
Tahap penyaluran peserta, lanjut Hengki, menjadi bagian penting dalam keberlanjutan Program Poliran. Sebab, peserta yang telah mengikuti pelatihan diharapkan tidak kembali kesulitan mendapatkan pekerjaan.
“Alhamdulillah, Gyokai Indonesia Kompeten menjadi mitra strategis yang akan menjadi jembatan dalam menyalurkan alumni Poliran kepada industri dan perusahaan dalam jejaring kerja samanya maupun menuju kewirausahaan,” tuturnya.
Hengki mengapresiasi PT Gyokai Indonesia Kompeten dan perusahaan lainnya yang telah menunjukkan kepedulian serta komitmen mendukung Program Poliran. Ia berharap, semakin banyak perusahaan yang terlibat, sehingga peluang kerja bagi generasi muda Banten juga semakin terbuka. (fam/don)
Reporter : Fahmi Sa’i
Editor : Agus Priwandono












