SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Provinsi Banten masih menjadi perhatian pemerintah pusat. Hingga Mei 2026, TPT Banten tercatat sebesar 6,48 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang berada di level 4,05 persen.
Staf Ahli Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Anwar Harun Damanik, mengatakan kondisi tersebut menjadi catatan penting di tengah pertumbuhan ekonomi dan investasi Banten yang terus menunjukkan perkembangan.
Hal itu disampaikan Anwar dalam rangkaian peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya menghasilkan angka positif. Investasi yang masuk ke Banten juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Namun, tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 masih sebesar 6,48 persen, lebih tinggi dari angka nasional sebesar 4,05 persen,” kata Anwar.
Ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan iklim investasi agar semakin mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“Semakin mampu menciptakan lapangan kerja, investasi memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia berlangsung lebih merata,” ujarnya.
Anwar mengatakan kemajuan daerah tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah didorong memperkuat sektor unggulan, meningkatkan produktivitas, memperluas investasi, mempercepat penciptaan lapangan kerja serta memperkuat kemudahan berusaha.
Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat.
Selain membuka lapangan kerja, investasi juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha daerah.
Anwar menilai pengembangan keterampilan tenaga kerja juga harus berjalan beriringan dengan masuknya investasi. Dengan begitu, masyarakat Banten dapat mengambil bagian dalam peluang ekonomi yang tercipta.












