KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merevitalisasi sistem Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS) yang sebelumnya tidak aktif. Pembaruan ini disiapkan untuk menghadirkan sistem pemantauan dan pengendalian lalu lintas yang lebih modern.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, mengatakan revitalisasi ITTS dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan desain sistem baru beserta infrastruktur pendukungnya.
“Kita sudah punya sistem lama, tetapi tidak aktif. Sekarang kita revitalisasi dengan desain yang lebih modern dan cerdas. Pembangunannya berkolaborasi antara Dishub dan DCKTR,” ujar Martha saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin (19/10/2026).
Pada tahap awal, sistem tersebut direncanakan menjangkau lima titik pemantauan. Lokasinya meliputi kawasan German Center, sejumlah titik di Jalan Raya Serpong menuju Muncul, serta akses menuju Pusat Pemerintahan Kota Tangsel (Puspem).
Untuk mendukung operasional sistem, Dishub Tangsel tengah menyiapkan server. Dishub juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) guna mendukung pembaruan server dan jaringan.
Martha menjelaskan, teknologi yang digunakan saat ini masih mengandalkan Area Traffic Control System (ATCS). Sistem tersebut berfungsi untuk memantau kondisi lalu lintas, mengontrol pengaturan lalu lintas, serta menyampaikan imbauan kepada pengguna jalan.
“Kalau ada pengendara yang melanggar arus, petugas bisa memberikan teguran melalui sistem tersebut. Jadi, selain memantau kondisi lalu lintas, teknologi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat,” katanya.
Meski demikian, sistem yang ada saat ini belum dapat menyesuaikan durasi lampu lalu lintas secara otomatis berdasarkan kepadatan kendaraan. Pengaturan durasi lampu hijau masih dilakukan secara manual.
Karena itu, Dishub Tangsel berharap pengembangan ITTS dapat mengarah pada teknologi yang lebih responsif dan adaptif. Dengan sistem tersebut, durasi lampu lalu lintas diharapkan bisa disesuaikan dengan kondisi antrean kendaraan di persimpangan.
Selain lima titik pada tahap awal, pengembangan berikutnya direncanakan mencakup sejumlah lokasi lain, termasuk kawasan Gintung, Gaplek, dan Plaza Bintaro.
Martha mengatakan, pengembangan sistem tersebut dilakukan secara bertahap dan menjadi bagian dari target pembangunan daerah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Melalui revitalisasi ITTS, kami berharap pemantauan dan pengendalian lalu lintas dapat dilakukan lebih efektif,” tandasnya.
Editor:Aas Arbi












