PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – SMAN 16 Pandeglang menggelar pelatihan jurnalistik dan fotografi. Pelatihan ini digelar untuk membekali kemampuan guru dan siswa dengan kemampuan jurnalistik sekaligus meningkatkan literasi.
Perkembangan teknologi informasi yang melaju pesat menjadi alasan utama sekolah yang terletak di ujung barat Pulau Jawa ini untuk membekali warganya dengan kompetensi komunikasi. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi yang kritis, tetapi juga mampu memproduksi konten berita dan karya visual yang edukatif.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 16 Pandeglang, Joharudin, mengungkapkan bahwa sekolahnya saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang signifikan.
“Secara kuantitas, jumlah rombongan belajar (rombel) di SMAN 16 kini telah bertambah menjadi enam rombel. Yang diikuti pula dengan penambahan jumlah tenaga pendidik,” katanya, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Adapun pelatihan ini menghadirkan dua pakar, yaitu Agus Sandjadirja (mantan Ketua PWI Banten pertama) dan Muhaemin (Redaktur Koran Harian Banten Raya).
“Kami berharap dengan berkembangnya sekolah, semakin baik juga kualitas SDM-nya termasuk dalam bidang literasi media. Salah satu ikhtiar kami adalah melaksanakan pelatihan jurnalistik dan fotografi,” katanya.
Joharudin menegaskan, perkembangan teknologi informasi semakin pesat. Sehingga dewan guru dan siswa harus beradaptasi dengan tujuan memupuk kemampuan dan meningkatkan daya saing.
“Secara geografis, SMAN 16 memang ada di ujung Pulau Jawa. Namun, soal melek teknologi dan berliterasi jangan sampai tertinggal dari sekolah lain,” katanya.
Guru SMAN 16, Gugun Gunawan, mengatakan bahwa pelatihan menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing.
“Yakni Agus Sandjadirja, mantan Ketua PWI Banten pertama, dan Muhaemin, Redaktur Koran Harian Banten Raya,” katanya.
Gugun berharap setelah pelatihan ini peserta dapat menerapkannya dalam menunjang keahlian tambahan.
“Terima kasih kepada Kepala Sekolah SMAN 16 yang mendukung kegiatan ini, serta kepada narasumber yang telah berbagi ilmu,” katanya.
Editor Bayu Mulyana











