SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua remaja yang sempat dicurigai sebagai begal di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, mengaku hendak melakukan tawuran. Keduanya diduga terlibat dalam insiden yang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terkena sabetan senjata tajam (sajam) di Jembatan Desa Linduk, Senin, 2 November 2026 malam.
Kapolsek Pontang AKP Mukhlas mengatakan, polisi telah menemukan kedua remaja tersebut dan mempertemukan mereka dengan orang tua masing-masing. Saat ini, polisi masih menunggu laporan dari korban untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Iya benar, terduga pelaku sudah ketemu dengan orang tuanya juga, ada dua orang. Saat ini korban sedang proses membuat laporan,” kata Mukhlas, Selasa, 3 November 2026.
Menurut Mukhlas, berdasarkan keterangan awal, kedua remaja tersebut bukan hendak melakukan pembegalan. Mereka mengaku berencana melakukan tawuran. Namun, senjata tajam yang dibawa salah seorang remaja justru mengenai pengendara sepeda motor yang berada di belakangnya.
“Itu ngakunya bukan begal, jadi dia (terduga pelaku) rencananya mau tawuran. Pas dia mau mengeluarkan sajam, orang di belakang dia kena sabetannya,” ujar Mukhlas.
Kapolsek menyebut, kedua remaja tersebut masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Serang. Keduanya berasal dari wilayah Kubang Puji, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Mukhlas menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WIB. Berdasarkan kronologi awal yang dihimpun polisi, kejadian bermula ketika dua orang yang mengendarai sepeda motor matik melintas dari arah Kemayungan, Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang.
Keduanya dicurigai membawa senjata tajam hingga diteriaki maling dan dikejar sejumlah warga. Pengejaran berlanjut sampai ke Jembatan Desa Linduk.
Di lokasi tersebut, seorang pengendara sepeda motor dari arah berlawanan diduga terkena sabetan senjata tajam yang hendak dikeluarkan salah seorang remaja.
Polisi masih menunggu laporan resmi dari korban untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Mukhlas mengatakan, korban masih dalam proses membuat laporan di Mapolsek Pontang.
“Ini semuanya sudah ketemu dan akan dipertemukan, korban masih proses buat laporan,” tuturnya.
Editor: Aas Arbi












