PANDEGLANG – Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy terus melakukan silaturahmi dengan warga hingga ke pelosok Banten. Sejak Jumat (24/11) hingga Minggu (27/11), Andika mengunjungi masyarakat pelosok di Kabupaten Pandeglang. Sementara WH bersilaturahmi dengan masyarakat di Kota Tangerang Selatan.
Pada kunjungan ke Kecamatan Cibaliung, Andika berkesempatan melihat dan mencoba membuat gula aren. Tak lupa mencoba minuman lahang dari sadapan pohon aren, bahan baku gula aren.
Andika mengatakan, gula merah cetak atau gula aren merupakan andalan ekonomi bagi masyarakat di Kecamatan Cibaliung. Bahkan bisa dipastikan perajin gula yang memanfaatkan pohon aren tersebar di sembilan desa. “Gula aren sudah menjadi produk unggulan masyarakat. Harus ada langkah kreatif, bagaimana produk Cibaliung ini bisa lebih diterima di pasar domestik hingga internasional,” kata pria yang akrab disapa Aa ini melalui siaran pers, Senin (28/11).
Putra sulung mantan gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ini berkomitmen bersama WH akan melakukan pendampingan dengan bekerjasama dengan lembaga pendidikan atau LIPI agar produk unggulan Cibaliung bisa diterima di pasar domestik dan mancanegara. “Misalnya bagaimana mengkaji agar gula aren bisa bertahan lama atau non expired. Memiliki standar kesehatan dunia atau konsultasi kemasan (packaging) serta bentuk agar bisa lolos edar di pasar domestik dan mancanegara,” tuturnya semangat.
Ia juga mengatakan, konsep pendampingan terhadap perajin gula aren harus dikonsentrasikan dari hulu hingga hilir. “Sejauh ini tak sedikit izin merk produk unggulan kita dimiliki orang lain. Kita hanya dijadikan sebagai tempat produksi,” ujarnya.
Andika mencontohkan, produk ‘gula semut’ dari Banten tapi izin edar milik pengusaha Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Ke depan, jangan terjadi lagi. Kita buat manajemen dari hulu hingga hilir, agar masyarakat lebih bangga terhadap Banten,” tandasnya.
Andika menilai, sembilan desa di Kecamatan Cibaliung harus memiliki koperasi bersama untuk menjalankan konsep hulu-hilir untuk produk usaha budidaya gula aren. “Dari sembilan kelompok usaha bersama yang akan dikawal oleh para pendamping,” katanya.
Andika menegaskan, langkah selanjutnya akan menggerakan promosi dengan menggelar event nasional “Festival Aren” yang diharapkan ke depan Cibaliung lebih dikenal masyarakat sebagai penghasil gula aren sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Ini juga langkah untuk menjadikan Cibaliung sebagai destinasi wisata budaya yang bisa menarik wisatawan dari luar daerah,” katanya.
Perajin gula aren di Desa/Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Cecep mengungkapkan, para perajin gula aren masih bermasalah dengan pemasaran hasil produksi. “Selain menjualnya ke pasar-pasar, produksi gula aren juga tergantung pemesanan,” kata Cecep.
Cecep menjelaskan, para perajin gula aren membuat produk dengan cara tradisional atau tanpa sentuhan teknologi baik saat mengambil air nira dari pohon kawung dan juga teknologi memasak yang efektif. “Kami ingin mengusulkan agar petani mendapatkan bantuan benih aren. Sebab saat ini tanaman aren yang ada sudah usia tua sehingga produksinya relatif rendah,” ujarnya. (Aas)












