slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Travel Pariwisata

Dive Site World War II Wrecks, Wisata Selam Paling Populer di Morotai

Redaksi by Redaksi
11-12-2016 14:03:28
in Pariwisata, Travel
Dive Site World War II Wrecks, Wisata Selam Paling Populer di Morotai
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

MOROTAI – Pulau Morotai punya 30 lebih situs menyelam, tapi hanya yang populer, yaitu situs selam bangkai peralatan Perang Dunia II — populer dengan sebutan Dive Site World War II Wrecks.

Penyelam yang dua atau tiga kali menjelajah situs ini menyebutnya museum perang bawah laut, yang membuat banyak penyelam penasaran. Akibatnya Dive Site World War II Wrecks sedemikian populer.

Banyak bangkai peralatan perang di situs ini. Mulai dari jeep, truk, dan pesawat tempur. Jumlahnya tak terhitung, karena luas situs selama cukup besar.

Jika cuaca cerah, penyelaman pagi hari sangat baik. Jarak pandang mencapai 20 meter. Namun, penyelam harus mencapai jarak 30 meter lebih untuk menemukan bangkai-bangkai perangkat Perang Dunia II.

Pada kedalaman ini yang terlihat adalah truk dan jeep. Lebih ke dalam lagi, sekitar 45 meter, terdapat bangkai pesawat tempur; pembom dan fighter.

Seluruhnya telah berselimut karang dan menjadi rumah biota laut. Ikan-ikan hilir mudik keluar dan masuk bagian pesawat.

Sebelum menyelam, ada baiknya mencari tahu perangkat perang yang digunakan Jenderal Douglas McArthur untuk menyerang Jepang di Filipina selama Perang Dunia II. Ini penting agar kita bisa mengindentifikasi bangkai pesawat di kedalaman.

Salah bangkai pesawat yang terdapat di kedalaman Morotai adalah Bristol Beaufort. Australia mengerahkan Bristol Beaufort sebagai bagian 3.000 pesawat sekutu untuk menggempur Jepang di Filipina.

Bristol Beaufort adalam pembom dan pembawa torpedo, bermesin dua, berawak empat orang, dan mampu terbang dengan kecepatan 400 kilometer per jam dengan menggendong semua senjata. Ada senapan mesin di moncong, untuk melindungi pesawat dari serangan fighter Jepang.

Ada pula Bristol Beaufighter. Yang ini bukan bomber, tapi fighter. Beaufighter bertugas mengawal pembom dari serangan Mitsubishi A6M Zero yang dioperasikan Jepang. Pilot Jepang menujuluki Beaufighter sebagai whispering death, karena mesinnya halus.

Baca Juga :

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Amunisi berserakan di lantai pasir sekitar pesawat. Laras senapan masih utuh, kendati berselimut karang, dan baling-baling yang copot. Semua begitu menarik untuk diabadikan dengan kamera, atau didokumentasikan ke dalam film.

Dari Daruba, ibu kota Kabupaten Morotai, situs selam bangkai Perang Dunia II hanya berjarak 15 menit perjalanan dengan kendaraan roda empat. Lokasi situs di lepas pantai Desa Wamama.

Sepanjang perjalanan pengunjung masih bisa melihat bekas landas pacu pesawat tempur, yang sekujurnya ditumbuhi belukar dan pepohonan. Dulu, orang masih melihat banyak bangkai kapal di pinggir landasan, kini tidak ada lagi. Penduduk mencincang bangkai kapal itu satu per satu.

Morotai, satu dari 10 Top Destinasi Pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, adalah situs sejarah Perang Dunia II yang terlupa. Di Morotai, Jenderal McArthur menggempur Jepang di Filipina dan mengubah sejarah perang.

Usai perang, dan McArthur memenuhi janji kembali ke Filipina, Morotai terlupa. Pulau di Halmahera Utara, Kepulauan Maluku ini kembali naik daun ketika Teruo Nakamura — prajurit Jepang yang menolak menyerah — ditangkap penduduk dan dipulangkan.

Tidak ada prajurit dari Astralia, AS, dan Jepang, menggelar acara mengenang Pertempuran Morotai. Beberapa prajurit AS yang pernah bertugas di pulau ini hanya membuat buku. Salah satunya John Boeman, pilot pembom B-24, menulis Morotai: A Memoir of War.

Semua yang terlibat dalam perang di Morotai boleh saja lupa, tapi tidak pemerintah Indonesia. Tahun 2014, pemerintah menetapkan Morotai sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata lewat , lewat PP No 50 tahun 2014, dengan PT Jababeka Morotai sebagai pengelola kawasan seluas 1.101,76 hektar.

Pemerintah membangun bandara internasional dan infrastruktur lainnya. Pada 18 Maret 2016, Morotai — kali pertama sejak akhir Perang Dunia II — didarati pesawat 18 kursi. Wings Air melakukan terobosan dengan mengoperasikan pesawat ATR-72 kapasitas 70 kursi.

Namun Bandara Morotai butuh perpanjangan landas pacu menjadi 3.000 meter agar bisa didarati pesawat berbadan besar. Artinya, Morotai harus memiliki bandara internasional.

PT Jababeka Morotai akan membangun seribu unit homestay dan toilet sampai 2017, 3.000 unit pada tahun 2018, dan 6.000 unit tahun 2019. Bank Tabungan Negara Tbk akan memberikan kredit lunak kepada masyarakat untuk pembangunan homestay.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan akan ada beberapa nama besar yang berkomitmen menanamkan modal di Morotai. Kabar lain menyebutkan investor Taiwan juga tertarik membangun amenitas.

Meski masih dalam taraf pembangunan, Morotai punya target kungan wisman dari tahun ke tahun. Tahun 2015, misalnya, Morotai dikunjungi 1.000 wisman. Tahun 2016, Morotai ditargetkan dikunjungi 2.750 wisman.

“Tahun 2017, saat amenitas dan akses terbangun, Morotai diharapkan mendapat kunjungan 11.000 wisman, dan 60 ribu pada tahun 2018, dan 500 ribu pada tahun 2019,” kata Arie Suhendro, ketua Kelompok Kerja (Pokja) Destinasi Prioritas Pulau Morotai.

Kemenpar terus mempromosikan Morotai ke luar negeri. Di dalam negeri, Wonderful Morotai diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisman. Sebagai museum Perang Dunia II, Morotai dipastikan tidak lagi terlupa.    (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Berwisata ke Morotai, Sempatkan Mencicipi Kulinernya

Next Post

Masjid Agung Bente, Wisata Sejarah dan Reliji Wakatobi

Related Posts

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen
Ekonomi

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

by Aas Arbi
Jumat, 20 Maret 2026 16:02

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan berbagai paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat...

Read moreDetails

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Dinas Pariwisata Banten Targetkan 22 Juta Kunjungan Wisatawan di Tahun 2025

Indahhya Wisata Lerang Cibolang di Lebak, Favorit Wisata Keluarga di Lebak

Jumlah Petani di Kabupaten Serang Terus Berkurang, Ada Apa?

Ikan Mas Sinyonya, Ikan Peninggalan Purbakala yang Hampir Punah di Pandeglang

Punya Pantai Terpanjang di Banten, Investor Bonafit Belum Lirik Sektor Pariwisata di Pandeglang

Diskusi Pariwisata Sambil Berlayar di Selat Sunda

Next Post
Masjid Agung Bente, Wisata Sejarah dan Reliji Wakatobi

Masjid Agung Bente, Wisata Sejarah dan Reliji Wakatobi

TokTok Adalah Terobosan Besar Korpri

TokTok Adalah Terobosan Besar Korpri

Teroris yang Tertangkap Terancam Penjara Seumur Hidup

Teroris yang Tertangkap Terancam Penjara Seumur Hidup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum Tertampung di SMP Negeri, 280 Siswa di Kota Serang Bakal Dialihkan ke Swasta

Kamis, 9 Juli 2026 12:17

Perumdam TKR Beri Sambungan Air Gratis dan Bebaskan Tagihan 3 Bulan bagi Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kamis, 9 Juli 2026 12:16

Yuk Pahami Pentingnya Efisiensi Dalam Bisnis dan Strateginya

Kamis, 9 Juli 2026 12:15

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Perumdam TKR Kerahkan 10 Mobil Tangki Air

Kamis, 9 Juli 2026 12:14
Prof Hasani Ahmad Said, Alumni Al-Khairiyah Karangtengah yang Sukses Jadi Guru Besar UIN Jakarta

Prof Hasani Ahmad Said, Alumni Al-Khairiyah Karangtengah yang Sukses Jadi Guru Besar UIN Jakarta

Kamis, 9 Juli 2026 12:11
Chandra Asri Respons Dugaan Penipuan Rekrutmen Kerja, Minta Masyarakat Lebih Waspada

Chandra Asri Respons Dugaan Penipuan Rekrutmen Kerja, Minta Masyarakat Lebih Waspada

Kamis, 9 Juli 2026 11:02

Belum Tertampung di SMP Negeri, 280 Siswa di Kota Serang Bakal Dialihkan ke Swasta

Kamis, 9 Juli 2026 12:17

Perumdam TKR Beri Sambungan Air Gratis dan Bebaskan Tagihan 3 Bulan bagi Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kamis, 9 Juli 2026 12:16

Yuk Pahami Pentingnya Efisiensi Dalam Bisnis dan Strateginya

Kamis, 9 Juli 2026 12:15

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Perumdam TKR Kerahkan 10 Mobil Tangki Air

Kamis, 9 Juli 2026 12:14
Prof Hasani Ahmad Said, Alumni Al-Khairiyah Karangtengah yang Sukses Jadi Guru Besar UIN Jakarta

Prof Hasani Ahmad Said, Alumni Al-Khairiyah Karangtengah yang Sukses Jadi Guru Besar UIN Jakarta

Kamis, 9 Juli 2026 12:11
Chandra Asri Respons Dugaan Penipuan Rekrutmen Kerja, Minta Masyarakat Lebih Waspada

Chandra Asri Respons Dugaan Penipuan Rekrutmen Kerja, Minta Masyarakat Lebih Waspada

Kamis, 9 Juli 2026 11:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Belum Tertampung di SMP Negeri, 280 Siswa di Kota Serang Bakal Dialihkan ke Swasta

by Nahrul Muhilmi
Kamis, 9 Juli 2026 12:17

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Sebanyak 8.839 calon peserta didik mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri di Kota Serang...

Perumdam TKR Beri Sambungan Air Gratis dan Bebaskan Tagihan 3 Bulan bagi Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin

by Syaiful Adha
Kamis, 9 Juli 2026 12:16

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang memberikan bantuan pemasangan Sambungan Langganan (SL)...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak