SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang pesimistis SD negeri yang ada di Kota Serang dapat menampung seluruh lulusan TK yang ada di Kota Serang. Apalagi, ada sejumlah SD negeri yang kelebihan kapasitas.
Kepala Dindikbud Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan, pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Serang membuat jumlah sekolah negeri tak sebanding dengan jumlah penduduk. “Akibatnya harus ada yang bersekolah di swasta,” ujar Zubaidillah usai gebyar kreasi dan pentas seni PAUD se-Kota Serang di GOR Baladika Kopassus Serang, Kamis (4/5).
Ia mengatakan, saat ini jumlah SD negeri hanya 224 unit. Sementara, di sejumlah lokasi di wilayah padat penduduk, sekolah mengalami kelebihan kapasitas. Di SDN Cilampang yang berada di Kecamatan Serang misalnya, kapasitas siswanya mencapai 800 orang. Lantaran, tidak ada lagi SD negeri yang berada di wilayah tersebut.
Kata dia, saat ini, Pemkot Serang belum mampu membangun unit sekolah baru karena keterbatasan anggaran untuk membeli lahan. Namun, apabila ada yang ingin menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah baru, Pemkot akan siap membangun dengan memohon bantuan dana ke kementerian. Ia juga berharap pengembang yang ada di Kota Serang dapat memberikan fasilitas umum dan fasilitas sosial untuk pembangunan sekolah.
Walaupun kapasitas sekolah negeri terbatas, tetapi Zubaidillah mengingatkan pihak sekolah untuk tidak memungut biaya saat penerimaan siswa baru di tahun ajaran nanti. “Jangan sampai terbius oknum dari dalam sekolah ataupun luar. Yang pasti, masuk SD dan SMP negeri di Kota Serang gratis,” tegasnya.
Kata dia, syarat untuk masuk ke SD negeri pun hanya dilihat dari usia saja. Calon siswa yang diprioritaskan yakni tujuh tahun. Apabila tidak ada lagi maka sekolah diperbolehkan menerima calon siswa yang berusia enam tahun. Ia pun menegaskan, pada penerimaan siswa baru nanti, SD negeri tidak diperbolehkan melaksanakan tes apa pun termasuk membaca, menulis, dan berhitung.
Zubaidillah menerangkan, banyaknya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SD negeri terlihat dari jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel). Idealnya, satu rombel terdiri dari 32 sampai 36 siswa. Namun, nyatanya ada yang sampai 40 siswa. Hal itu terjadi di sekolah negeri yang favorit, mudah diakses dan berada di wilayah padat penduduk.
Dengan jumlah SD negeri sebanyak 224 unit, ia menilai masih kurang sebanding dengan penduduk Kota Serang. Setidaknya perlu ada penambahan sekira lima unit lagi.
Bagi yang belum tertampung di SD negeri, Zubaidillah mengatakan, ada 27 SD swasta di Kota Serang. “Kadang, ada juga orangtua yang langsung memasukkan anaknya ke sekolah swasta. Terutama orangtua yang mampu dari segi finansial,” tuturnya.
Keberadaan sekolah swasta dinilai membantu untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah di Kota Serang. Sebagai gantinya, Pemkot melalui Dindikbud juga membantu kelancaran dari segi regulasi yang diperlukan sekolah swasta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dindikbud Kota Serang Tb Suherman mengatakan, daya tampung SD negeri baru dapat terlihat dari jumlah akhir yang naik kelas dan lulus sekolah. “Saat ini kami belum dapat melihat daya tampung untuk tahun ajaran nanti,” ungkapnya. (Rostina/Radar Banten)










