SERANG – Serapan belanja Pemkot Serang masih sangat rendah. Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengaku kecewa lantaran serapan anggaran itu tak sesuai target.
“Ya, saya agak kecewa dengan serapan kurang baik,” ujar Jaman, Sabtu (27/5). Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat menggenjot serapan anggaran tersebut.
Kata dia, masih rendahnya serapan anggaran dikarenakan ada beberapa pekerjaan yang dilelang ulang. Selain itu, ada juga pekerjaan yang sudah berjalan, tapi belum ada pembayaran.
Namun, tambahnya, ada juga beberapa pekerjaan yang sudah berjalan dan bisa mendongkrak persentase serapan anggaran.
Jaman mengaku, tak bisa keras terhadap para kepala OPD lantaran masih rendahnya serapan anggaran tersebut beralasan. “Alasannya masuk akal,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, masih ada beberapa pekerjaan yang belum dilaksanakan karena terkendala teknis. Misalnya, menunggu pematangan lahan untuk pembangunan sejumlah sarana prasarana di kawasan penunjang wisata Banten Lama. “Mudah-mudahan seminggu sampai sepuluh hari ke depan sudah selesai sehingga bulan depan terlihat progresnya,” ujar politikus Partai Golkar ini.
Berbeda dengan serapan anggaran, realisasi pendapatan justru mendekati target. “Realisasi pendapatan bagus,” tuturnya.
Asda II Pemkot Serang Mochammad Poppy Nopriadi mengatakan, serapan anggaran baru 15,51 persen atau Rp195,45 miliar yang terdiri atas komponen belanja langsung dan tidak langsung. “Realisasi bulan ini tak sesuai dengan target yang ditetapkan pada bulan lalu, yakni 64,51 persen,” ujarnya.
Sementara, realisasi pendapatan 27,34 persen atau Rp318,54 miliar. Sama dengan belanja, realisasi pendapatan juga belum memenuhi target, yakni 31,83 persen. Dari sepuluh OPD penghasil, hanya Satpol PP yang belum ada realisasi pendapatan. Dari target Rp121 juta, realisasinya masih nol. Sementara, realisasi terbesar dilakukan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. (Rostina/Radar Banten)









