• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Keluarga Kaget, Terduga Anggota Teroris Filipina Asal Serang Terkenal Ramah

Aas Arbi by Aas Arbi
Kamis, 1 Juni 2017 16:06
in Berita Utama, Hukum
Keluarga Kaget, Terduga Anggota Teroris Filipina Asal Serang Terkenal Ramah

SERANG – Moch Jaelani Firdaus, warga Kompleks Taman Angsoka Permai, Kecamatan Kasemen,  Kota Serang, yang diduga salah satu dari tujuh anggota jaringan teroris di Filipina asal Indonesia dikenal ramah terhadap warga.
Keterangan tersebut Radar Banten Online peroleh dari Ketua RT 03/08 Kompleks Taman Angsoka Permai Juandi saat ditemui di kediamannya,  Kamis (1/6). “Suka ketemu lagi olahraga pagi,  dia menyapa,  setiap bawa motor,  juga suka menyapa ke masyarakat,” ujar Juandi.
Firdaus menjadi bagian di lingkungan kompleks tersebut sejak sekitar tiga tahun lalu setelah menikahi Dzatun Nithaqainshulton, putri ketiga dari pasangan Edi Riyadi dan Jupriyah, yang sudah tinggal sejak tahun 1996.
Sejak menikah dengan Dzatun,  dikatakan Juandi,  Firdaus jarang tinggal di lingkungan tersebut.  Firdaus diketahui warga kerja di Tangerang dengan berjualan tahu.  Terakhir Firdaus terlihat pada 4 Februari 2017 lalu.  Mulai hari itu juga,  Dzatun kembali tinggal di rumah orang tuanya setelah tiga tahun diboyong Firdaus.
“Dulu ke sini setiap minggu,  cuma gak netep tiap hari.  Setiap di sini kelihatannya normal,  berbaur juga,  cuma pakaiannya aja yang agak aneh,  ngegantung gitu,  selain itu normal,” kata Juandi.
Sedangkan Dzatun,  diakui Juandi, anak ketiga dari lima bersaudara tersebut sangat tertutup dan pendiam.  Pria bertubuh gempal ini mengenal Dzatun sejak kecil.  Sebelum menikah dengan Firdaus,  Dzatun kuliah di IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten (sekarang UIN Banten), namun hanya sampai semester dua.
Juandi pun mengaku tidak menyangka jika warganya menjadi bagian dari jaringan teroris,  terlebih aksi tersebut dilakukan di luar negeri.  Edi Riyadi,  ayah Dzatun dikenal sebagai tukang pijat dan petani.  Sedangkan ibunya, Jupriyah, mengajar di SD Persis.
Sementara itu,  Edi Riyadi saat ditemui di rumahnya mengaku baru mengetahui informasi jika menantunya menjadi salah satu buronan dari kepolisian Filipina.

“ Nggak tahu apa-apa. Harapannya sudah ada kabar. Saya asli Tasik istri dari sini. Kalau Firdaus di Bekasi, menantu (kerja) di Tangerang, Bekasi, jualan tahu,” ujarnya
Edi mengaku kaget begitu mendengar bahwa menantunya menjadi salah satu yang dicari oleh kepolisian Filipina karena dugaan aktivitas terorisme di Filipina Selatan. Yang ia tahu berdasarkan informasi dari anaknya, Firdaus izin kerja untuk beberapa saat. “Saya juga syok, bingung. Kata istrinya sih mau kerja aja. Itu kata istrinya,” katanya.
Untuk diketahui,  seperti yang dikutip di JawaPos.com, Philippine National Police (PNP) telah merilis sejumlah teroris yang diduga terlibat konflik di kawasan Marawi. Empat di antaranya adalah warga negara Indonesia yang kini masih terus diburu petugas.
Mabes Polri memastikan empat orang yang dirilis PNP  itu adalah WNI. Dan kini keberadaannya diduga masih berada di Filipina. “Mereka diduga berada di Filipina Selatan bergabung dengan teroris di sana,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul ketika dikonfirmasi, Selasa (31/5).
Lanjut dia menerangkan, keempat orang itu adalah Al Ikhwan Yushel yang berangkat ke Filipina ad 28 Maret 2017, lalu Yayat Hidayat Tarli yang berangkat bersama Anggara Suprayogi pada 15 April 2017 lalu. Dan terakhir adalah Yoki Pratama Windyarto yang berangkat pada 4 Maret 2017 lalu.
Namun kata Martinus, selain empat orang yang menjadi buronan itu, ada tiga orang WNI lainnya yang juga diduga tergabung kelompok teroris di Filipina. Mereka adalah Moch Jaelani Firdaus, Muhammad Gufron dan Muhammad Ilham Syahputra. (Bayu Mulyana/[email protected])

RelatedPosts

Desa belum ajukan Banprov Banten

Lambat Rampungkan Administrasi, Ratusan Desa di Banten Belum Dapat Banprov

Kamis, 5 November 2026 16:08
Polda Banten

Terima Rombongan Radar Banten Grup, Kapolda Apresiasi Kolaborasi yang Sudah Berjalan

Kamis, 5 November 2026 15:08
PT ABM bidik dividen untuk PAD

PT ABM Bidik Dividen untuk PAD Banten, Perluas Bisnis B2B ke Sektor Industri

Kamis, 5 November 2026 14:04

Indonesia Punya Nikel, Tapi Apakah Punya Cukup Asam Sulfat?

Kamis, 5 November 2026 13:19

Ket Foto: Ketua RT 03/08 Kompleks Taman Angsoka Permai Juandi saat ditemui di kediamannya siang ini,  Kamis (1/6).

Tags: Jaringan terorisTerorisme
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Badan POM Temukan Kerupuk dan Kosmetik Berbahaya di Giant

Next Post

Yuk Ngabuburit Sambil Percantik Diri di Anne Beauty Salon

Next Post
Yuk Ngabuburit Sambil Percantik Diri di Anne Beauty Salon

Yuk Ngabuburit Sambil Percantik Diri di Anne Beauty Salon

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Stasiun Cipocok Kota Serang

Stasiun Cipocok Kota Serang Diusulkan Kembali Aktif

Rabu, 4 November 2026 16:34
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
PPPK Paruh Waktu Cilegon

Kekurangan Pegawai, Pemkot Cilegon Pindahkan PPPK Paruh Waktu ke Sejumlah OPD

Rabu, 4 November 2026 14:10
Kejati Banten

Tiga Kejari di Banten Usut Dugaan Korupsi PKBM, Kajati: Sudah Penyidikan

Senin, 2 November 2026 12:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

by Nurabidin
Kamis, 5 November 2026 16:27
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Ketua Komisi II DPRD Ade Andriana angkat bicara terkait dengan pelaporan dugaan penipuan yang disangkakan kepadanya, oleh...

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional, Raih Juara 3 Kompetisi Video Pembelajaran Minerba 2026

by Purnama Irawan
Kamis, 5 November 2026 16:17
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kabupaten Pandeglang kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung nasional. Kali ini, kabar membanggakan datang dari sektor pendidikan....

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.