DALAM musim arus mudik Lebaran 2017 ini, ternyata ada catatan khusus yang diberikan kepada pemerintah, meskipun tragedi tol Brexit tidak terulang lagi.
Salah satunya adalah kemacetan yang terjadi pada saat arus balik di tol Cikarang Utara (Cikarut). Kemacetan itu diketahui karena banyaknya antrean kendaraan di rest area. Sehingga contra flow pun dilakukan oleh pihak kepolisian.
Ketua Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufil Mulyono mengatakan, pemerintah dalam musim mudik tahun 2018 nanti harus punya batasan waktu kepada masyarakat saat berada di rest area.
“Jadi pemerintah dalam persoalan rest area harus ada batasan waktunya, ini kan terjadi kemacetan karena tidak ada batasan kepada pemudik,” ujar Taufik kepada JawaPos.com, Senin (3/7).
Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, dirinya beberapa kali mendapat laporan bahwa pemudik di rest area betah berlama-lama. Bahkan sampai berjam-jam. Selain beristirahat, pemudik juga melakukan tidur di tempat tersebut, sehingga aturan baru terhadap rest area memang diperlukan.
“Mampirnya ini yang enggak dibatasi, jadi masyarakat bisa berlama-lama sampai berjam-jam, bahkan sampai dijadikan seperti hotel,” katanya.
Menurut dia fungsi rest area adalah tempat untuk beristirahat, makan dan melakukan ibadah. Bukan untuk tidur bagi pemudik. Oleh sebab itu, pemerintah wajib untuk turun tangan jangan sampai kemacetan yang panjang terjadi di tahun berikutnya.
“Jadi memang yang namanya rest area itu bukan untuk tidur, hanya untuk salat, buang air dan tidak dijadikan hotel,” pungkasnya. (cr2/JPG)









