SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi pendapatan dari sektor pajak di Kabupaten Serang mengalami peningkatan sebesar Rp5 miliar dari tahun sebelumnya. Adanya peningkatan tersebut memberikan dampak yang positif bagi pembangunan di Kabupaten Serang.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Lalu Farhan Nugraha, mengatakan dari total sebanyak 12 objek pajak yang menjadi sektor penerimaan, ada sebanyak 10 objek pajak yang dikelola oleh Kabupaten Serang.
“Secara akumulasi di triwulan II ada kenaikan sebesar Rp5 miliar di triwulan yang sama di tahun 2025 dari 10 objek yang kita kelola sendiri,” katanya, Minggu Juli 2026.
Ia mengatakan, untuk dua objek pajak dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena bersifat given.
“Kita hanya bisa menunggu bagi hasilnya, opsennya dari provinsi. Artinya kalau dia pajak ini kita lebih pasif,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, dari total target sebesar Rp796 miliar, realisasi per 21 Juli 2026 mencapai Rp390 miliar, atau sekitar 49 persen dari total target yang telah ditetapkan.
“Kenapa masih kurang dari 50 persen, karena terakumulasi dengan opsen PKB dan BBNKB, inilah yang membuat berat realisasi target yang seharusnya bisa lebih dari 50 persen,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, ada sejumlah pajak dengan realisasinya melebihi 50 persen, mulai dari pajak fempat parkir 60 persen, pajak perhotelan 59 persen, pajak air tanah 59 persen, serta PPJ non PPN 57,42 persen.
“Ada 4 yang realisasinya tinggi, kalau dihitung secara keseluruhan dari pajak yang ditangani oleh Pemkab Serang sudah diatas 50 persen. Untuk PBB sudah 49 persen, biasanya banyak masuk saat triwulan ke tiga, karena sudah mau masuk jatuh tempo,” ujarnya.
Ia mengatakan ada sejumlah upaya yang dilakukan oleh Bapenda Kabupaten Serang untuk meningkatkan realisasi pajak, salah satunya ialah dengan melaksanakan layanan keliling yang menjangkau wilayah-wilayah yang jauh dan angka belum bayar pajaknya tinggi.
“Moling dan pelayanan digital ini untuk memudahkan pelayanan masyarakat untuk membayar pajak. Sebetulnya masyarakat ingin membayar pajak itu tidak bertele-tele, makanya kita siapkan berbagai inovasi dan edukasi dengan berbagai program,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











