LEBAK – Jadikan membaca jadi kebiasaan dan kesenangan, karena tidak mungkin bangsa dan negara akan maju bila tidak banyak membaca. Karena dalam membaca bisa membuka wawasan pengetahuan lebih luas. Selain itu, kebudayaan membaca bisa menurunkan tingkat buta aksara di Provinsi Banten.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten Ajak Moeslim saat diwawancarai awak media dalam acara yang bertema Gebyar Banten Membaca di SMK Setia Budhi Rangkasbitung di Jalan Budi Utomo Komp. Pendidikan Rangkasbitung pada Selasa (22/8).
Ajak mengungkapkan, membaca itu harus jadi kebudayaan dan kesenangan, sehingga tingkat buta aksara di Banten sedikit-sedikit bisa berkurang. “Ini salah satu upaya kami dalam mengatasi buta aksara di Provinsi Banten, karena buta aksara di banten ini masih tinggi mencapai 35 ribu orang. Oleh karena itu kita selalu menggalang sosialiasi seperti ini,” terangnya.
Dengan kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan dapat mengurangi angka buta aksara di Provinsi Banten. “Kita akan berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi buta aksara di banten, sehingga kurang lebih 12 juta masyarakat di Provinsi Banten kedepannya bisa membaca semua,” ujarnya.
Ajak menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kepada komunitas-komunitas Literasi yang tumbuh berakar langsung dari masyarakat seperti Komunitas Kulia Maca di Warung Bnaten, Kampung Litersi dan Komunitas Literasi lainnya.
“Ini patut jadi contoh oleh masyarakat atau kampung lain, dalam membantu mengentaskan buta aksara di wilayah Provinsi Banten, setidaknya dapat membantu buta aksara di daerahnya masing-masing,” tambahnya. (Omat/twokhe@gmail.com).










