CILEGON – Pemkot Cilegon menggelar istigasah dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1439 Hijriyah, Jumat (13/10). Istigasah dimulai bakda salat Jumat pukul 14.00 WIB di halaman Kantor Walikota. Peserta istigasah bukan hanya para pegawai di lingkungan Pemkot, tapi juga dihadiri tokoh masyarakat dan masyarakat umum.
Tokoh masyarakat yang turut hadir antara lain Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Nurul Ikhlas KH Abdul Karim Ismail, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon Sayuthi Ali, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Itmam Kecamatan Ciwandan KH Mitsal, tokoh masyarakat Kecamatan Citangkil KH Juwaihari, dan sejumlah tokoh lainnya.
Sedangkan dari pejabat Pemkot turut hadir Sekda Sari Suryati, Asisten Daerah (Asda) I Taufiqurrohman, Asda II Beatri Noviana, Asda III Dana Sujaksani, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Muchtar Gojali, dan sejumlah pejabat eselon II, III, IV dan para staf di lingkungan Pemkot Cilegon.
Sebelum dimulai istigasah, terlebih dulu ada sambutan. Namun, ada yang berbeda dalam sambutan kemarin. Sambutan yang biasa diawali oleh pejabat Pemkot yang tertinggi kemarin justru diawali oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ratu Ati Marliati. Setelah Ati, sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas KH Abdul Karim Ismal, dan terakhir baru Sekda Sari Suryati.
Dalam sambutannya, Ati menyampaikan dan sekaligus membantah pemberitaan di media saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Walikota nonaktif Tb Iman Ariyadi.
“Pada saat kejadian (OTT-red), Beliau secara pribadi (Tb Iman Ariyadi) sedang bersama saya karena sedang ada agenda keluarga di Jakarta,” terang Ati.
Ati menjelaskan, Iman baru ke kantor KPK pada malam harinya karena diminta untuk klarifikasi oleh KPK lantaran ada anak buahnya yang ditangkap oleh KPK. “Karena Beliau seorang pimpinan yang bertanggung jawab dan sebagai warga yang taat hukum, akhirnya Beliau mendatangi kantor KPK dengan diantar oleh keluarga,” jelas kakak tertua Iman itu.
Ati menuturkan, ketika datang ke kantor KPK, KPK menekankan bahwa OTT tersebut terkait dengan kasus dugaan suap perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pembangunan Transmart. “Tapi sesungguhnya yang terjadi, tidak ada aliran dana yang masuk ke rekening Pak Iman. Yang ada adalah dana sponsorship yang diberikan sebuah perusahaan kepada klub Cilegon United. Dan, hal itu tidak terjadi hanya satu perusahaan saja. Karena, perusahaan yang lain juga ikut membantu menjadi sponsor klub Cilegon United,” tutur Ati.
Kata Ati di hadapan ribuan peserta istigasah, bahwa yang disangkakan oleh KPK kepada adiknya tidak benar. “Tidak ada modus CSR yang dilakukan seperti itu pada pimpinan kita. Oleh karena itu, di kesempatan yang insya Allah penuh hikmah ini, mudah-mudahan dengan doa bersama para kiai, Pak Wali bisa diberikan satu kekuatan, dibebaskan dari segala tuduhan yang disangkakan kepadanya,” ujar Ati.
Dikatakan Ati, itu lantaran sampai sekarang Iman ditahan KPK sudah lebih dari 20 hari, tapi belum diperiksa dengan kasus yang disangkakan. “Mungkin sampai sekarang KPK belum mempunyai bukti-bukti yang mengarah ke sana. Mudah-mudahan dengan kekuatan doa yang ada, semua yang dituduhkan kepada keluarga kami, semua bisa terbebaskan,” kata Ati.
Lebih lanjut Ati meminta maaf kepada seluruh masyarakat Cilegon yang hadir mengikuti istigasah. “Jika ada masyarakat yang ingin menjenguk Pak Wali, kami mohon maaf. Ini lantaran sampai sekarang KPK belum memperkenankan siapa pun untuk menjenguk Pak Wali. Bahkan sampai sekarang pun kami sekeluarga belum diperbolehkan untuk menjenguk Pak Wali,” pinta Ati.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Ati mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Cilegon dan masyarakat Cilegon atas doa dan dukungannya. “Semoga ujian yang kami hadapi sekeluarga bisa berangsur-angsur selesai,” tutup Ati.
Setelah Ati menutup sambutannya, giliran Ketua DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas KH Abdul Karim Ismal memberikan sambutan. Dalam sambutannya, dia menyatakan, sudah banyak alim ulama dan ustaz yang menanyakan kapan bisa menjenguk Iman. “Sudah banyak yang tanya kepada saya. Cuma kata saya, nanti dulu tunggu kabar dari Bu Ati dulu,” katanya.
Dia juga meminta kepada seluruh pegawai Pemkot dan masyarakat, jika ada berita, baik di media cetak maupun elektronik, agar jangan diperpanjang. “Kalau ada berita itu langsung saja tutup, selesai. Karena sebenarnya tidak ada itu yang namanya OTT,” pinta dia.
Dia juga mengimbau agar seluruh pegawai Pemkot dan masyarakat tidak lagi membicarakan Iman. “Tolong itu kepada para kadis (kepala dinas) agar para pegawainya jangan ada lagi yang membicarakan Pak Iman. Karena, ini sebenarnya ujian untuk kita warga Cilegon dan ujian untuk Kota Cilegon,” terang dia.
Terakhir, sambutan disampaikan Sekda Sari Suryati. Namun, sambutan Sari berbeda dengan Ati dan Abdul Karim Ismail. Sari dalam sambutannya lebih kepada pokok acara peringatan Tahun Baru Islam 1439 hijriah.
Setelah Sari selesai menyampaikan sambutannya, istigasah pun dimulai, dipimpin oleh KH Mitsal dan KH Jawaihari. Kegiatan istigasah terlebih dulu membaca hadorot atau tawasul kepada Nabi Muhammad saw dan para alim ulama yang sudah lebih dulu wafat. Setelah selesai membaca tawasul, kemudian para peserta istigasah membaca surat Yasin, surat Al-Kahfi, dan surat Arrahman dan langsung ditutup doa,
Usai istigasah, Ati menegaskan bahwa Iman sampai sekarang belum diperiksa oleh KPK. Tapi ketika ditanya mengapa sudah ditetapkan sebagai tersangka jika memang belum diperiksa, Ati enggan berkomentar. “Memang benar belum diperiksa. Tapi, kenapa sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, saya tidak tahu. Itu yang berhak menjawab KPK,” tegasnya.
Namun, dalam istigasah tersebut Plt Walikota Edi Ariadi tidak terlihat. Begitu juga dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ujang Iing. Informasinya, Edi dan Ujang Iing pergi ke Jakarta ke kantor KPK untuk diperiksa sebagai saksi.
Tidak hanya Edi dan Ujang Iing yang diperiksa sebagai saksi, ajudan walikota nonaktif Firman Yuda dan satu staf PT Brantas Abipraya, Yohana Vivit, juga diperiksa KPK. Informasinya, mereka berempat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Tb Donny Sugihmukti.
Ketika dikonfirmasi kepada istri Edi usai istigasah, Lili Edi Ariadi mengaku, Edi pergi ke Jakarta untuk menghadiri rapat. “Bapak ke Jakarta karena ada rapat penting yang tidak bisa diwakilkan,” terang Lili.
Sementara, ketika ajudan walikota non-aktif Tb Iman Ariyadi, yaitu Firman Yuda dikonfirmasi, yang menjawab justru ajudan Plt Walikota Edi Ariadi, yaitu Rif’atussauqi atau biasa dipanggil Uqi. “Firmannya lagi enggak pegang handphone,” terang Uqi yang juga putera mantan ketua MUI Kota Cilegon Dimyati Abubakar.
Uqi menjelaskan bahwa Firman sedang diperiksa oleh KPK. Menurutnya, yang diperiksa oleh KPK bukan cuma Firman, tapi Plt Walikota Edi Ariadi dan Ujang juga turut diperiksa. Sayangnya, ketika dikonfirmasi oleh Radar Banten, sekira pukul 20.00 WIB, Edi enggan menjawab apa pun yang ditanyakan wartawan. “Besok saja ya (hari ini-red),” katanya.
Begitu pula ketika dikonfirmasi ulang melalui short message service (SMS), Edi tetap menjawab agar besok saja menjelaskannya. (Umam/RBG)









