TANGERANG – Ruas Tol Tangerang-Merak yang dikelola PT Marga Mandalasakti sudah menerapkan transaski nontunai sejak awal Oktober lalu. Per 1 November, penetrasi penggunaan uang elektronik (UE) di ruas tol ini mencapai 99,85 persen.
“ASTRA Infra Toll Road selalu berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan, dan saat ini ruas Tangerang-Merak memilki 87 gardu transaksi, termasuk 21 Gardu Tol Otomatis (GTO) yang semuanya sudah bisa menerima pembayaran non tunai,” ujar Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Tehnik & Operasi PT Marga Mandalasakti, melalui siaran pers, Jumat (3/11).
Sunarto menjelaskan, masih terdapat transaksi nontunai di ruas Tol Tangerang-Merak tersebut diakibatkan kurangnya saldo yang dimiliki pengguna jalan, sehingga diarahkan untuk melakukan top up di gerbang namun pengguna jalan tidak memiliki kartu atm dari bank penerbit uang elektronik. “Hal ini yang menyebabkan terpaksa harus membayar tunai agar tak membuat antrean yang panjang pada saat di gerbang,” jelasnya.
Kata dia, ruas Tol Tangerang-Merak sendiri memilki dua sistem pembayaran, yaitu sistem pembayaran terbuka yang diterapkan pada Ramp On dan Off Cikupa, dan sistem tertutup mulai dari gerbang Tol Cikupa-Merak.
Pada sistem terbuka, pengguna uang elektronik cukup menempelkan uang elektroniknya pada reader di Gardu Tol Otomatis (GTO) atau berikan uang elektronik pada petugas tol di gardu manual dan transaksipun selesai. Namun berbeda dengan jalan tol terbuka yang hanya melakukan satu kali transaksi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasuki gerbang Tol Cikupa hingga Merak, yang memilki sistem transaksi tol tertutup. Salah satu yang harus diketahui pengguna jalan yaitu menyarankan agar pembayaran tetap dilakukan pada gardu keluar, namun dengan adanya kartu uang elektronik, pengguna jalan tidak perlu lagi mengambil Kartu Tanda Masuk (KTM).
Pengguna uang elektronik hanya tinggal menempelkan kartu ke reader yang ada di GTO selama 3 detik atau memberikannya kepada petugas di gardu tol manual pada saat gardu masuk hingga palang terbuka. Begitu pula pada saat gardu keluar, pengguna UE hanya tinggal menempelkan kartunya di GTO atau memberikan kartu kepada petugas di gardu manual sampai palang terbuka dan transaksi selesai.
“Demi kenyamanan pengguna jalan saat bertransaksi di ruas Tangerang-Merak, yang juga harus diperhatikan saat memasuki jalan tol adalah, pastikan saldo uang elektronik mencukupi. Untuk mengetahui saldo uang elektronik yang dimiliki, bisa melihatnya pada struk yang diterima pada transaksi di gerbang masuk. Selain untuk mengetahui jumlah saldo, struk juga merupakan bukti tanda masuk jika uang elektronik tidak terbaca sempurna,” jelas Sunarto.
Agar uang elektronik terbaca sempurna oleh reader, Sunarto memberikan saran agar jangan ragu ketika menempelkan kartu pada reader di GTO atau gardu manual, kemudian hindari melakukan tapping dengan menggesekkan uang elektronik karena mesin akan lebih cepat bekerja jika ditempelkan dengan posisi stabil, setelah itu tunggu hingga palang gerbang terangkat sempurna, dan hingga lampu merah berubah menjadi warna hijau, barulah transaksi selesai dan pengguna jalan bisa menlanjutkan perjalanan. {Aas Arbi)










