SERANG – Untuk memuluskan program Banten bebas pasung 2019 yang digagas oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Banten. Pemprov Banten mengalokasikan anggaran pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sebesar Rp 200 miliar.
Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pembangunan RSJ akan dimulai pada 2018. Saat ini detail engineering design (DED) masih dalam proses melalui Dinkes. “Pembangunannya mulai tahun 2018. DED-nya sedang dibuat,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) bersama pimpinan DPRD Banten, di KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (20/11).
Mantan walikota Tangerang dua periode ini mengungkapkan, pihaknya mengalokasikan anggaran sekira Rp 200 miliar. Jumlah tersebut, kata dia, bersamaan dengan pembangunan tempat rehabilitasi pecandu narkoba. “Alokasinya Rp 200 miliar,” terangnya.
Ia berharap, dengan dibangunnya RSJ tersebut, keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bisa tenang karena tidak perlu memasung lagi. Termasuk juga bagi keluarga pecandu narkoba. “Tidak perlu dipasung nanti masuk rumah sakit,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, dalam pembangunan RSJ pihaknya akan menggunakan anggaran yang berasal dari APBD Banten dan APBN. Kendati demikian, Sigit belum bisa menyebutkan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membangun RSJ tersebut. “Mudah-mudahan akhir bulan ini DED sudah beres. Selanjutnya, kita akan matangkan lahan, kayak mager (memagar) lahannya dulu,” kata Sigit.
“Kan DED-nya saja baru selesai akhir bulan ini jadi belum bisa sebut anggaran pembangunan,” sambung Sigit.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinkes Banten per September 2016, ODGJ di Banten mencapai 1.650 orang. Angka itu dinilai cukup mengkhawatirkan sebab jumlah kasus yang baru terungkap baru mencapai 258 kasus. “Oleh karena itu lahan telah disiapkan di Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Kalau untuk luas lahan 9,7 hektare dan itu sudah selesai tahun 2016 lalu,” terangnya.
Menurut Sigit, sebelum melakukan pembangunan fisik, Dinkes terlebih dahulu akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sehingga pada saat pembangunan RSJ selesai bisa langsung operasional menampung pasien. “Percuma nanti ada gedung, tapi enggak ada SDM-nya,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)








