SERANG – Pembuatan detail engineering design (DED) untuk pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banten rampung akhir bulan ini. Rencananya, RSJ Banten dibangun di Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, pembangunan RSJ menggunakan anggaran APBD Banten dan APBN. Kendati demikian, Sigit belum bisa menyebutkan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun RSJ Banten. “Mudah-mudahan akhir bulan ini DED sudah beres. Selanjutnya kita akan matangkan lahan,” kata Sigit kepada Radar Banten, Minggu (19/11).
Berdasarkan estimasi yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, jumlah penderita gangguan jiwa di Banten per September 2016 mencapai 1.650 orang. Angka itu dinilai mengkhawatirkan sebab jumlah kasus yang baru terungkap baru mencapai 258 kasus. “Untuk lahan, disiapkan di Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Kalau untuk luas lahan 9,7 hektare dan itu sudah selesai tahun 2016 lalu,” terangnya.
Menurut Sigit, sebelum melakukan pembangunan fisik, Dinkes terlebih dahulu akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sehingga saat pembangunan RSJ selesai bisa langsung operasional menampung pasien. “Percuma nanti ada gedung, tapi gak ada SDM,” terangnya.
Dalam beberapa kesempatan, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan mengatakan, penyelesaian masalah gangguan jiwa bukan pekerjaan sendiri melainkan lintas sektoral. “Jadi bukan hanya Dinkes, tapi juga Dinsos, Kesra, dan pihak lainnya,” kata Fitron.
Ia berharap pada 2018 RSJ sudah mulai dibangun. “Kita juga mendorong Dinkes untuk menyiapkan SDM sehingga penanganan penderita gangguan jiwa bisa maksimal dari hulu ke hilir,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)








