Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan bentuk integrasi dari sekumpulan pekarangan untuk memenuhi penyediaan pangan kebutuhan rumah tangga.
Agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat terhadap keindahan lingkungan maka perlu dilakukan penataan. Penataan lingkungan kawasan diperlukan agar dapat membentuk lingkungan asri dan nyaman, serta menjadi daya tarik bagi orang lain untuk melakukan replikasi.
Penataan pekarangan dan pemanfaatan lahan pekarangan harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia di masyarakat. Berdasarkan luasan lahan dan pemanfaatannya, pekarangan dapat digolongkan menjadi:
a. Strata 1 (kategori sempit)
1) Luas pekarangan <100 m2, atau tanpa pekarangan (hanya teras rumah).
2) Penataan pekarangan yang sesuai adalah dengan teknik budidaya dan alokasi pot polybag/vertikultur atau kolam tong.
3) Komoditas yang dikembangkan: •Sayuran misalnya cabai, terong, tomat, sawi, kenikir, bayam, kangkung; •Tanaman obat keluarga (Toga) misalnya laos, jahe, kencur, sirih; •Budidaya ikan air tawar seperti lele, nila, dsb.
b. Strata 2 (kategori sedang)
1) Luas pekarangan 100-300 m2.
2) Penataan pekarangan yang sesuai adalah dengan teknik budidaya dan alokasi pot polybag/vertikultur, bedengan/sorjan di sisi batas pekarangan, kandang ayam sistem ren dan kolam ikan terpal.
3) Komoditas yang dikembangkan: •Sayuran misalnya cabai, terong, tomat, sawi, kenikir, bayam, kangkung dsb; •Toga misalnya laos, jahe, kencur, sirih; •Umbi-umbian misalnya ubi jalar, ubi kayu, talas, dan lainnya yang mempunyai pangsa pasar dan subtitusi sumber karbohidrat; •Budidaya ikan tawar misalnya ikan lele, nila, gurami.
c. Strata 3 (katagori luas)
1) Luas pekarangan >300 m2.
2) Penataan pekarangan yang sesuai adalah budidaya dan alokasi pot polybag/vertikultur, bedengan/sorjan di sisi batas pekarangan, hamparan, kandang ayam sistem ren, kandang kambing dan kolam terpal/tanah.
3) Komoditas yang dikembangkan: •Sayuran misalnya cabai, terong, tomat, sawi, kenikir, bayam, kangkung dsb; •Toga misalnya laos, jahe, kencur, sirih; •Umbi-umbian misalnya ubi jalar, ubi kayu, talas, mbote, garut dan lainnya yang mempunyai pangsa pasar dan subtitusi sumber karbohidrat; •Ternak ayam buras; •Budidaya ikan air tawar misalnya ikan lele, nila, gurami; •Buah-buahan seperti nenas, pisang, jeruk manis, mangga unggulan, pepaya, sawo dsb; •Tanaman pakan ternak (leguminose); pagar hidup.
Penataan yang baik menjadikan lingkungan yang indah dan menyenangkan. Desain untuk penataan tanaman pada lingkungan kawasan disusun secara bersama-sama seluruh warga masyarakat dengan memperhatikan estetika dan kepentingan warga. (ADVERTORIAL/DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN LEBAK)








