CILEGON – Pembangunan gedung-gedung bertingkat di Kota Cilegon terus bertambah. Seperti pembangungan apartemen, rumah pertokoan dan kantor-kantor yang berada di kawasan niaga. Sayangnya hingga saat ini Pemkot Cilegon belum memiliki mobil tangga pemadam kebakaran (damkar).
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon Nikmatullah mengakui pentingnya memiliki mobil tangga pemadam kabaran itu. Bahkan ia menyebut melihat bangungan-bangunan yang ada, DPKP sudah membutuhkan adanya mobil tangga damkar untuk memudahkan proses pemadaman jika terjadi kebakaran di gedung bertingkat empat lantai.
“Sebenarnya sudah perlu ada. Karena pernah juga terjadi kebakaran di gedung Sucofindo, mobil damkar yang kita miliki belum maksimal untuk mengatasinya. Air yang disemprotkan dari bawah ke atas balik lagi ke bawah, akhirnya selangnya dibawa masuk gedung baru bisa api teratasi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/1).
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah merencanakan adanya pengadaan mobil tangga pemadam kebakaran itu bahkan telah diajukan ke Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon.
Usulan itu disampaikan setelah adanya rapat mengenai kebutuhan mobil tangga damkar di wilayah Pemkot Cilegon. “Semoga dapat cepat terealisasi. Sudah masuk renstra (rencana strategis) pada tahun 2020,” ucapnya.
Nikmatullah mengungkapkan untuk mengatasi terjadinya kebakaran, saat ini DPKP Kota Cilegon telah memiliki lima unit mobil pemadaman, dua unit mobil suplai air, dan satu unit mobil pengendalian bencana kimia. Sepanjang tahun 2017 lalu terjadi bencana kebakaran sebanyak 83 kasus dengan taksiran kerugian mencapai Rp 7.259.450.000.
“Sampai saat ini semua kejadian kebakaran masih dapat teratasi dengan baik. Tahun lalu kebakaran banyak terjadi karena disebabkan korsleting arus listrik,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









