SERANG – Untuk menekan tingginya harga beras, Pemerintah Provinsi Banten bersama Bulog menggelar operasi pasar (OP) di tujuh pasar di Provinsi Banten.
Ketujuh pasar tersebut diantaranya Pasar Ciledug dan Pasar Anyar Kota Tangerang, Pasar Rau dan Pasar Lama Kota Serang, Pasar Blok F, Pasar Kranggot, dan Merak Kota Cilegon.
“Sekarang kenaikan harga beras mencapai 20 persen dari harga normal,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Suharso, Selasa (16/1).
Diakui Babar, OP yang sudah berjalan belum berdampak signifikan, hal tersebut karena kecenderungan minat masyarakat terhadap beras kualitas baik.
“Masyarakat lebih suka beras bartu panen, sedangkan beras pemerintah beras stok, beras lama. Meski beras medium yang dijual pemerintah, namun masyarakat tidak memandang itu medium,” paparnya.
Selain OP, lanjut Babar, untuk menyikapi kenaikan harga beras, pihaknya pun berkoordinasi dengan lumbung pangan milik masyarakat untuk menjual stok pangannya baik padi maupun beras. Karena barang dimiliki oleh masyarakat cenderung lebih baik.
Terkait kenaikan harga beras, menurut Babar diduga akibat tingginya harga gabah kering yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) dan kurangnya pasokan beras.
“HET Rp 3.700 kemarin hampir Rp 5.000 lebih. Itu hak petani karena panennya bukan panen raya,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










