SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten menemukan enam merek meras yang diduga oplosan beredar di Hypermart Mall of Serang, Kota Serang.
Enam merek beras itu yakni Topi Koki, Beras Premium Hoki yang diproduksi oleh PT Buyung Poetra Sembada. Lalu, merek Ayana yang produksi PT Santosa Utama Lestasi, merek Sania dan Fortuni yang diproduksi oleh PT Wilmar Padi Indonesia, dan merek Segopulen milik PT Food Station Tjipinang Jaya.
Beras-beras itu masuk dalam 21 daftar merek beras yang diduga dioplos berdasarkan hasil investigasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Satgas Pangan, dan Bareskrim Polri.
Beras yang mereka pasarkan diduga melanggar standar mutu dan takaran yang telah ditetapkan pemerintah.
“Berdasarkan hasil pantauan, produsen yang diduga memproduksi beras oplosan tetap menjual produknya di pasaran dengan harga premium kurang lebih Rp 14.700 per kilogram,” kata Ahli Muda Analis Perdagangan pada Disperindag Banten, Dede Kurnia, Kamis, 24 Juli 2025.
Disperindag Banten saat ini tengah mengawasi peredaran beras di Banten. Sampling pun dilakukan ke berbagai sudut kota sebagai upaya perlindungan hak konsumen.
Setiap konsumen berhak mendapatkan beras yang sesuai dengan mutu dan takaran.
“Beras premium kan sudah diatur mutu, takaran dan harganya. Aturan itu perlu diikuti oleh setiap produsen beras,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











