CILEGON – Tim Pakem (Pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat) wilayah Kota Cilegon kembali diaktifkan. Kepala Kejari Kota Cilegon Bambang Prisantoso terpilih sebagai ketua tim tersebut.
Rapat kepengurusan Tim Pakem yang berlangsung di aula kantor Kejari Cilegon berlangsung secara tertutup. Tampak hadir Plt Wali Kota Cilegon, Kapolres Cilegon, Dandim 0623 Cilegon, Ketua MUI, Kepala Kemenag Cilegon dan sejumlah pengurus lainnya.
Ketua Tim Pakem, Bambang mengatakan wilayah Kota Cilegon terletak di penghujung Pulau Jawa sehingga menjadi gerbang pertemuan antara Pulau Sumatera. Sehingga wajar bilamana banyak di huni oleh warga pendatang. Kata dia, Cilegon termasuk wilayah yang rentan terjadinya gesekan antar suku maupun agama.
“Untuk itulah jika ini sudah terlaksana dengan baik, jadi kita bisa mendeteksi lebih dini lagi. Supaya tidak lagi terjadi kekisruhan-kekisruhan seperti yang kemarin-kemarin,” ujarnya, Senin (22/1).
Ia mengungkapkan dalam rapat tersebut juga terjadi perombakan pengurus. Pengurus tim pakem yang tidak aktif diganti oleh pengurus baru. Ia berharap tahun 2018 ini Tim Pakem dapat berkarya nyata untuk masyarakat.
“Sk pembentukan tim pakem ini sudah dari dulu, ini hanya pembaruan saja. Susunan sama, hanya ini pingin diaktifkan. Baik dari intel polres, kodim, kejari agar lebih dapat mendeteksi,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengaku Pemkot Cilegon akan membantu menggulirkan angaran untuk menyokong tugas dari Tim Pakem. “Nanti kalau ada-ada kurang anggaran Pemkot Cilegon akan membantu. Ini untuk memantau aliran-aliran kepercayaan, kita harus terus waspada walau Cilegon masih terbilang aman dan kondusif,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









