SERANG – Besok, Rabu (31/1) akan terjadi gerhana bulan total yang dapat diamati di Indonesia pada awal malam hingga tengah malam.
Deputi Bidang Geofisika pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly menjelaskan, gerhana bulan total yaitu peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga cahayanya tidak sampai ke bulan.
“Peristiwa ini hanya terjadi pada saat bulan purnama dan dapat diprediksi sebelumnya,” ujar Sadly melalui keterangan resminya, Selasa (30/1).
Dijelaskannya, gerhana bulan total ini terjadi beberapa fase. Durasi fase totalitas, yaitu dari fase gerhana total mulai hingga gerhana total berakhir berlangsung selama satu jam 16,8 menit.
“Dan durasi ini merupakan salah satu durasi totalitas terlama abad ini,” katanya.
Adapun fase durasinya yaitu, gerhana mulai pada pukul 17.49,7 WIB, gerhana sebagian mulai pukul 18.48,1 WIB, gerhana total mulai pukul 19.51,4, puncak gerhana pukul 20.29,8 WIB, gerhana total berakhir 21.08,2 WIB, gerhana sebagian berakhir pukul 22.11,5 WIB, dan gerhana berakhir pukul 23.09,9 WIB.
Sayangnya, Banten tidak menjadi salah satu wilayah yang dapat mengamati keseluruhan proses gerhana bulan total, namun tetap bisa menyaksikan saat fenomena alam itu terjadi.
Adapun wilayah yang bisa menyaksikan seluruh fase gerhana yaitu, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Sementara itu, Kepala BMKG Serang Sugarin menjelaskan, fenomena alam ini bisa dinikmati masyarakat menggunakan mata telanjang alias tidak perlu menggunakan alat. “Karena malam hari,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)











