SERANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang terancam tidak dibuka tahun ini. Pasalnya, beberapa kebutuhan penting seperti pengadaan obat, ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang operasi masih belum tersedia. Berdasarkan studi kelayakan, RSUD butuh suntikan dana 80 miliar lagi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Toyalis mengatakan secara fisik, pembangunan rumah sakit sudah siap, tetapi yang menghambat belum dibukanya RSUD Kota Serang, adalah minimnya kelengkapan rumah sakit yang belum terpenuhi untuk kelancaran operasional di rumah sakit milik Pemerintah Kota Serang ini.
Toyalis menyebut, kelengkapan yang belum tersedia seperti dapur, tempat laundry dan obat-obatan yang direncanakan pengadaannya tahun ini. “Obat-obatan ini harus tersedia. Kalau nggak ada obat-obatan, rumah sakit kan belum bisa menerima pasien. Masa harus minta obat ke Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara,” terangnya di Kantor Dinas Kesehatan Kota Serang, Selasa (6/2).
Direncanakan, RSUD Kota Serang akan dibuka tahun ini. Tetapi, Toyalis tidak bisa memastikan kapan waktu yang tepat untuk pembukaan, lantaran kelengkapan yang Toyalis sebut belum tersedia. “Tahun ini UGD, kami gabung dulu dengan rawat inap yang ada sekarang. Yang penting pengadaan obat ini. Kalau masalah makan segala macem bisa beli keluar.” ucapnya.
Terkait pegawai RSUD Kota Serang, Ia merekrut 130 orang terdiri dari 10 dokter umum, 8 dokter spesialis, 40 perawat, 16 bidan dan tenaga lainnya sepert tenaga gizi, kesling dan tenaga keuangan.
Ia menargetkan RSUD Kota Serang dapat beroperasi tahun ini, apabila suntikan anggaran untuk kelengkapan penunjang rumah sakit sudah tersedia. “Semua pengadaan akan dilakukan tahun ini. Insya allah kalau duitnya ada,” ujarnya. (Anton Sutompul1504@gmail.com).










