slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Hampir Saja Skenario By Pass di Leher

Redaksi by Redaksi
20-02-2018 13:30:05
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Rasanya Kita Yang Besarkan HTI

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

TIDAK ada jalan lain. Tindakan harus segera dilakukan. Pecahnya pembuluh darah utama saya harus segera diatasi. Saya pun bertanya. Kapan dokter James Wong melakukan tindakan. Saya sudah siap. Baik skenario satu maupun skenario dua.

James Wong terdiam sesaat. “Besok (hari Minggu) saya harus ke Myanmar sampai Selasa. Saya bisa lakukan Rabu,” ujarnya.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Bagi saya, demikian juga Robert Lai, teman baik saya itu. Rabu itu terlalu lama. Saya ingin dilakukan sesegera mungkin. Kalau perlu saat itu juga (Sabtu). Tapi, CT Scan khusus yang lebih detail masih harus dilakukan. Paling cepat hari Minggu besok.

Jadwal James Wong ke Myanmar enggak bisa ditawar. Robert terpaksa menghubungi teman baik saya yang lain. Orang penting Singapura. Terpaksa. Saya sebut dia mentor saya di banyak hal. Beliau sudah beberapa kali membantu saya keluar dari krisis. Beliau pun bergegas menjenguk saya di RS. Sambil menyalahkan mengapa tidak sejak awal menghubunginya.

Beliau pun telepon sana-sini. Akhirnya ditemukan ahli saluran darah terkemuka di Singapura. Namanya: Benjamin Chua. Praktiknya di Mount Elizabeth. Tapi berkat wibawa Beliau, dokter Benjamin bersedia datang ke RS Mount Alvernia. Melakukan pemeriksaan dan memerintahkan dilakukan CT Scan khusus keesokan harinya (Minggu).

Satu per satu beberapa bagian tubuh saya di scan. Otak, leher, dada atas, jantung, perut dan entah apa lagi. Dua jam penuh saya menjalaninya di ruang CT Scan yang dingin. Serasa beku. Dari sinilah akan ditentukan nasib saya. Apakah saya harus menjalani operasi terbuka di leher untuk membuat by pass saluran darah ke otak kanan, atau ada cara lain.

Siangnya, dokter Benjamin melihat hasil CT Scan. Dia tersenyum. “Tak perlu by pass,” katanya. Alhamdulillah. Saya pun amat lega. Tapi, katanya, harus dilihat sambil jalan nanti. Apakah cukup memasang stent di sepanjang saluran darah utama atau harus ditambah dengan pembuatan cerobong ke arah saluran darah otak.

*******

Dokter Benjamin berusia 44 tahun. Bulan lalu. Dia baru saja sukses menurunkan berat badannya. Dari 112 kilogram ke 96 kilogram. Masih ingin turun lagi lima kilogram. Dia lulusan Duke University di Virginia, AS. Saya pernah ke kampus itu dua tahun lalu. Tim basketnya juara NCAA. Kami pun punya bahan mengobrol tentang almamaternya itu.

Dokter Benjamin masih memperdalam lagi ilmu saluran darahnya di Melbourne, Australia.

Baju dan celananya tampak kebesaran. Kedodoran. Kepalanya dicukur gundul.

Kacamatanya cukup tebal. Dia tahu bajunya sudah tidak cocok dengan ukuran badannya now. “Kenapa tidak ganti baju?” tanya saya. “Nanti saja. Sekalian setelah turun lagi lima kilo,” katanya. “Kalau ganti sekarang, istri saya bisa mengira saya punya pacar baru,” guraunya.

Kami pun kembali bicara serius. Tentang tindakan cepat untuk mengatasi rantasnya pembuluh darah utama saya. “Saya akan lakukan tindakan Senin besok sore,” katanya. Apakah material yang akan dipasang di sepanjang saluran utama darah saya sudah siap? “Sudah,” katanya. “Yes, Sir. I am ready,” jawab saya.

Dijelaskannya kemungkinan akan dipasang stent di sepanjang saluran utama pembuluh darah saya. Stent yang bagian atas terbuat dari bahan yang beda dengan stent bagian bawah. Panjangnya, total, sekira 50 sentimeter. Mulai dari belokan paling atas sampai dekat pusar di perut.

Dibelokkan yang letaknya sekira 20 sentimeter dari jantung itulah aorta saya retak. Dinding paling dalam di saluran darah itu pecah. Darah mengalir di luar jalur. Saat pecah itulah dada sakit, punggung nyeri, sesak napas, dan seterusnya. Itu terjadi satu jam setelah saya makan banyak korma mentah di Madinah.

Apa hubungannya? Saya tidak tahu. Dokter juga tidak tahu. Mungkin kebetulan saja. Mungkin juga, saat itu perut saya perlu suplai darah ekstra banyak untuk mencerna material yang aneh-aneh di perut. Yang jelas, saluran darah saya sudah mulai menua. Kurang perawatan pula.

Sejak dua tahun lalu, sejak menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jatim saya tahu tekanan darah saya tinggi. Saat pemeriksaan itu kepala saya berat. Saya minta didatangkan dokter. Jaksa memanggil dokter kejaksaan. Dilakukanlah test tekanan darah. Saya kaget: 180/110.

Ini tinggi luar biasa. Saya takut stroke. Jaksa menawarkan apakah pemeriksaan perlu dihentikan. Saya jawab tidak. Hanya saja perlu istirahat dulu. Maka, pemeriksaan diistirahatkan sementara. Saya diminta duduk diam di kursi ruang itu selama setengah jam.

Pemeriksaan pun diteruskan lagi. Sampai malam. Sejak itu seharusnya saya rajin minum obat darah tinggi. Tapi, saya kurang disiplin. Saya baru minum kalau pemeriksaan tekanan darah saya menunjukkan tinggi. Apalagi saya harus menjalani proses hukum yang panjang.

Tekanan darah tinggi itu, dalam kurun waktu yang lama, membuat dinding saluran darah saya mengeras. Mudah retak. Terutama kalau dihantam tekanan darah yang lagi tinggi.

Itulah yang terjadi pada saya di Madinah. Darah menghantam dinding pas di posisi belokan. Dinding retak. Darah menerobos masuk. Mencari jalan baru di antara dinding dalam dan dinding luar. Darah terus mencari jalan sendiri di sela-sela dinding itu. Merantas terus ke bawah. Bergerak liar di antara dinding dalam dan dinding luar. “Ini memang sakit. Lebih sakit dari serangan jantung,” ujar dokter Benjamin.

Kian lama saluran darah saya membesar. Darah yang melewati saluran baru (disebut false lumen) lebih banyak dibanding darah yang mengalir di saluran yang benar (true lumen). Akhirnya, pasok darah untuk organ-organ di bagian perut berkurang. Lama-lama itu akan membahayakan liver, ginjal, dan seterusnya.

Lama-lama dinding luar itu bisa pecah.

Itulah saat kematian harusnya tiba. Karena itu, tindakan yang cepat diperlukan. Seharusnya di RS Madinah itulah bisa ditemukan kalau terjadi aorta dissection. Lalu dilakukan tindakan di sana. Tapi, sudah takdirnya begitu. Harus dioperasi di Singapura. Telat sekali. Setengah bulan setelah itu.

Untuk operasi Senin sore itu harus dilakukan di RS yang masih baru di Singapura: RS Farrer Park. Di kawasan Little India. Saya memang harus pindah rumah sakit. Tapi, saya putuskan oke. Tidak perlu menunggu kedatangan istri dan anak saya yang baru dapat tiket Selasa pagi.

Robert sudah menjelaskan ke anak saya tentang operasi itu berikut risiko-risikonya. Misalnya, kelumpuhan di kaki. Atau gangguan ke otak. Istri dan anak saya rasional: segera lakukan. Tidak harus menunggu. (*)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

PT BWJ Diminta Serius Tangani KEK Tanjung Lesung

Next Post

Kepala DPUPR Lebak: Jalan Rusak akan Mulus Sebelum Idul Fitri

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post
Kepala DPUPR Lebak: Jalan Rusak akan Mulus Sebelum Idul Fitri

Kepala DPUPR Lebak: Jalan Rusak akan Mulus Sebelum Idul Fitri

Sakit Hati, Istri Dipacari Sahabat Sendiri

Sakit Hati, Istri Dipacari Sahabat Sendiri

Kasus Narkoba Jenis Sabu, Lima Ditangkap Satu Orang Buron

Kasus Narkoba Jenis Sabu, Lima Ditangkap Satu Orang Buron

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Produksi migas nasional

Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan SLB Percepat Peningkatan Produksi Migas Nasional

Jumat, 8 Mei 2026 11:39
Kepala Bapperida Kota Serang, W Hari Pamungkas saat mengisi diskusi kamisan bersama PWKS. (Nahrul Muhilmi)

Giant Sea Wall Bakal Jadi Peluang Besar bagi Kota Serang

Jumat, 8 Mei 2026 11:04
Prakiraan cuaca Provinsi Banten, 8 Mei 2026. (Pixabay)

Cuaca Banten Hari Ini, Sebagian Wilayah Diguyur Hujan

Jumat, 8 Mei 2026 10:49
Tim Kuasa Hukum Oya Masri

Mantan Direktur PDAM Lebak Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nilai JPU Abaikan Fakta Persidangan

Jumat, 8 Mei 2026 10:40
Penangkapan pelaku di dalam bus.

Polres Serang Gagalkan Penculikan Anak di Tulung Agung di Merak

Jumat, 8 Mei 2026 07:33
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat melakukan jumpa pers terkait kekerasan seksual di Kecamatan Tigaraksa, Kamis 7 Mei 2026.

Polisi Tangkap Pria Pelaku Kekerasan Seksual di Tigaraksa, 12 Anak jadi Korban

Jumat, 8 Mei 2026 07:26
Produksi migas nasional

Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan SLB Percepat Peningkatan Produksi Migas Nasional

Jumat, 8 Mei 2026 11:39
Kepala Bapperida Kota Serang, W Hari Pamungkas saat mengisi diskusi kamisan bersama PWKS. (Nahrul Muhilmi)

Giant Sea Wall Bakal Jadi Peluang Besar bagi Kota Serang

Jumat, 8 Mei 2026 11:04
Prakiraan cuaca Provinsi Banten, 8 Mei 2026. (Pixabay)

Cuaca Banten Hari Ini, Sebagian Wilayah Diguyur Hujan

Jumat, 8 Mei 2026 10:49
Tim Kuasa Hukum Oya Masri

Mantan Direktur PDAM Lebak Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nilai JPU Abaikan Fakta Persidangan

Jumat, 8 Mei 2026 10:40
Penangkapan pelaku di dalam bus.

Polres Serang Gagalkan Penculikan Anak di Tulung Agung di Merak

Jumat, 8 Mei 2026 07:33
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat melakukan jumpa pers terkait kekerasan seksual di Kecamatan Tigaraksa, Kamis 7 Mei 2026.

Polisi Tangkap Pria Pelaku Kekerasan Seksual di Tigaraksa, 12 Anak jadi Korban

Jumat, 8 Mei 2026 07:26

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Produksi migas nasional

Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan SLB Percepat Peningkatan Produksi Migas Nasional

by Agung S Pambudi
Jumat, 8 Mei 2026 11:39

HOUSTON,RADARBANTEN.CO.ID— Pertamina menjajaki kerja sama strategis dengan SLB sebagai penyedia teknologi global untuk mempercepat peningkatan produksi migas nasional sekaligus meningkatkan...

Kepala Bapperida Kota Serang, W Hari Pamungkas saat mengisi diskusi kamisan bersama PWKS. (Nahrul Muhilmi)

Giant Sea Wall Bakal Jadi Peluang Besar bagi Kota Serang

by Nahrul Muhilmi
Jumat, 8 Mei 2026 11:04

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rencana pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Pulau Jawa bakal menjadi peluang besar bagi Kota Serang...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak