SERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Serang masih kekurangan Dokter Jiwa. Sperti di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) hanya terdapat satu orang saja yang idealnya memiliki empat dokter.
Tercatat terdapat 631 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Serang yang tersebar di 29 kecamatan.”Di RSDP, cuma ada satu Dokter Jiwa. Di puskesmas hanya ada dokter umum. Kalau di puskesmas kurang atau ada lain yang harus dikonsultasikan (Dokter Jiwa -red) ada keterbatasan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Sri Nurhayati, Jumat (2/3).
Sri sudah mengusulkan ke Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, terkait kurangnya tenaga medis untuk mengatasi bagi pasien ODGJ. “Cuman belum ada progres,” ucapnya.
Di samping keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, Dinkes berupaya mengadakan program advokasi kesehatan jiwa, sambungnya, Sri mengakui program tersebut belum seratus persen diadakan di semua desa.
Tempat penampungan ODGJ pun, di Kabupaten Serang masih sangat terbatas. Ia mengungkapkan hanya ada dua tempat rehabilitasi bagi pasien yang mengalami gangguan jiwa. Sebut Sri hanya ada dua tempat, yakni di Kecamatan Cikeusal dan Pabuaran.
“Kemarin yang terjaring oleh Satpol PP juga kami intuksikan agar berkoordinasi dengan Yayasan Bani Syifa. Kalau perlu kesehatan kami siap,” tanggapnya.
“Tapi katanya mau dibangun di Walantaka, itu juga butuh proses pajang. Sementara kondisinya kesehatan jiwa itu memang sangat urgen untuk diatasi bersama,” tukasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).










