slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Kebun di Bumi yang Belum Jadi

Aas Arbi by Aas Arbi
30-06-2018 14:54:42
in Catatan Dahlan Iskan
Melorot Karena Sewot
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Ini hanya bisa dilakukan oleh pemilik celana yang sakunya amat dalam. Seperti grup Djarum. Sudah lima tahun terus keluar uang. Belum ada penghasilan. Masih dua tahun lagi akan terus keluar uang. Lebih besar. Belum juga ada penghasilan.

Penghasilannya baru mulai tiba tahun 2021 nanti. Setelah delapan tahun terus-menerus keluar uang. Kalau saku celananya tidak benar-benar dalam perusahaan itu sudah kehabisan nafas di tengah jalan.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Sejak awal saya tahu: Grup Djarum punya konsep modern mengatasi alam gersang Sumba Timur: menggunakan teknologi irigasi hemat air. Yang dikenal dengan drip irigation. Irigasi tetesan air. Tidak banyak air yang diperlukan.

Teknologi itulah yang telah jadi kisah sukses Israel. Yang tanahnya juga tandus. Yang kini pertaniannya maju.

Saya sudah pernah minta teknologi itu diterapkan di kebun tebu di Subang, Jabar. Lima tahun lalu. Untuk lahan ujicoba dua hektar. Hasilnya: bisa 120 ton per hektar. Naik 40 persen. Tentu saya tidak tahu lagi kelanjutan program tersebut.

Teori dasarnya: kebun tebu perlu banyak air. Di musim tanamnya. Musim hujan yang pendek di Sumba Timur cukup membantu. Tapi tanaman tebu juga tidak mau banyak air. Sejak tebu berumur lima bulan. Yakni saat gula mulai diproduksi di pohonnya. Untuk tahap ini alam Sumba Timur memang tidak banyak air. Bahkan terlalu kering. Tapi irigasi tetesan air bisa mengatasinya.

Dari tipologi tanaman tebu seperti itulah lantas tercipta pertanyaan menjebak untuk murid SD: di manakah gula dibuat? Jawaban yang lazim: di pabrik gula. Jawaban yang benar: di kebun tebu. Pabrik gula itu hanya ibarat rumah sakit bersalin. Membuat bayinya di tempat tidur masing-masing. Kadang juga di kebun tebu.

Pembuatan gula itu dikatakan berhasil kalau: cukup air di musim tanam dan kurang air setelah itu.

Tapi saya kaget saat tiba di kebun tebu grup Djarum di Sumba Timur itu: begitu banyak proyek pembuatan embung. Ini yang di luar dugaan saya. Saya pikir tidak perlu bikin kolam-kolam raksasa itu. Saya pikir airnya cukup dari sungai kecil di sana. Yang bisa dibendung. Lalu dipompa. Dimasukkan selang-selang drip irigation.

Ternyata ada problem sosial. Air sungai yang sedikit itu masih diperlukan penduduk. Untuk minum ternak. Dan tanaman mereka. Kebun tebu tidak boleh mengganggu itu. Air yang boleh dipompa hanya yang betul-betul sisa petani. Di bagian sungai yang sudah dekat laut. Yang kalau tidak dipakai juga akan terbuang ke samudera Hindia.

Berarti tambah lagi biayanya: tiap 300 hektar perlu satu kolam raksasa. Untuk tahap pertama ini harus membangun lebih dari 100 kolam. Yang kolam itu harus ditinggikan. Agar dasar kolam lebih tinggi dari kebun tebu.

Dari kolam itulah air dimasukkan ke selang irigasi. Selang itu digelar berbaris-baris sesuai dengan barisan tanaman tebu. Warna selang: hitam. Lebih hitam dari kulit saya. Ukuran selang: sedikit lebih besar dari ibu jarinya Nella Kharisma. Atau sedikit lebih kecil dari ibu jarinya Via Vallen.

Misal: tahap pertama kebun tebu itu seluas 6.000 ha saja. Bisa dibayangkan berapa ribu kilometer jaringan selang itu. Betapa mahal harganya.

Itu bukan selang biasa. Tiap 30 cm ada lubangnya. Tidak terlihat oleh mata. Saya pernah mencoba. Enam tahun lalu. Selang itu saya potong sependek setengah meter. Lubang di ujung selang saya tutup dengan telapak tangan. Lubang ujung satunya saya masukkan mulut. Saya tiup sekuat tenaga. Ujung jari saya tertempel di lubang kecil di selang itu. Tidak terasa ada angin keluar. Padahal saya sampai ngeden meniupnya.

Teknologi pembuatan lubang itulah yang canggih. Yang tidak mudah ditiru. Menjadi rahasia Israel.

Air bisa menetes dari dalamnya. Tetesan itu begitu pelannya. Merata di semua lubang. Yang dekat kolam. Yang jauh dari kolam.

Itu membuat tanah di sekitar tetesan basah. Bentuk tanah basahnya seperti bentuk bawang. Tanah di luar bawang itu tetap kering. Bawang itu ada tepat di akar tebu.

Begitu hemat airnya. Tidak ada yang merembes ke tanah di luar akar. Tidak ada air yang menguap sia-sia. Irigasi air mengalir terasa begitu borosnya.

Dan itulah yang mahal.

Itu pula yang membuat kebun tebu ini hijau. Di tengah padang kering di Sumba Timur.

Tidak sehijau komplek villa Nihi Sumba yang terbaik di dunia. Tapi kebun tebu ini akan jadi yang pertama di Indonesia. (dis)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pelaku Dugaan Money Politic di Taktakan Resmi Tersangka

Next Post

Bang Jikun Ketahuan Selingkuh Gara-gara Motor Baru

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post
Bang Jikun Ketahuan Selingkuh Gara-gara Motor Baru

Bang Jikun Ketahuan Selingkuh Gara-gara Motor Baru

Tersingkir Juara Terhibur Piala Dunia

Tersingkir Juara Terhibur Piala Dunia

Perancis vs Argentina, Lawan yang Familier   

Perancis vs Argentina, Lawan yang Familier  

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Hasil Premier League: Bungkam Crystal Palcae, Manc City Pepet Arsenal

Hasil Premier League: Bungkam Crystal Palcae, Manc City Pepet Arsenal

Kamis, 14 Mei 2026 08:06
Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 14 Mei 2026 07:56
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Petani Futuristik

Kamis, 14 Mei 2026 07:35
Persiapan Hadapi MTQ XXIII, Qori Asal Lebak Jalani Pemggembelengan Tahap Akhir

Persiapan Hadapi MTQ XXIII, Qori Asal Lebak Jalani Pemggembelengan Tahap Akhir

Kamis, 14 Mei 2026 07:31
Gubernur Banten Minta Warga Tak Panic Buying, Janji Perketat Pengawasan Pangan

Gubernur Banten Minta Warga Tak Panic Buying, Janji Perketat Pengawasan Pangan

Kamis, 14 Mei 2026 07:17
Bojan Hodak: Waspadai PSM Makasar Sulitkan Persib 

Bojan Hodak: Waspadai PSM Makasar Sulitkan Persib 

Kamis, 14 Mei 2026 07:12
Hasil Premier League: Bungkam Crystal Palcae, Manc City Pepet Arsenal

Hasil Premier League: Bungkam Crystal Palcae, Manc City Pepet Arsenal

Kamis, 14 Mei 2026 08:06
Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 14 Mei 2026 07:56
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Petani Futuristik

Kamis, 14 Mei 2026 07:35
Persiapan Hadapi MTQ XXIII, Qori Asal Lebak Jalani Pemggembelengan Tahap Akhir

Persiapan Hadapi MTQ XXIII, Qori Asal Lebak Jalani Pemggembelengan Tahap Akhir

Kamis, 14 Mei 2026 07:31
Gubernur Banten Minta Warga Tak Panic Buying, Janji Perketat Pengawasan Pangan

Gubernur Banten Minta Warga Tak Panic Buying, Janji Perketat Pengawasan Pangan

Kamis, 14 Mei 2026 07:17
Bojan Hodak: Waspadai PSM Makasar Sulitkan Persib 

Bojan Hodak: Waspadai PSM Makasar Sulitkan Persib 

Kamis, 14 Mei 2026 07:12

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Hasil Premier League: Bungkam Crystal Palcae, Manc City Pepet Arsenal

Hasil Premier League: Bungkam Crystal Palcae, Manc City Pepet Arsenal

by Nurabidin
Kamis, 14 Mei 2026 08:06

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Manchester City berhasil meraup kemenangan penting 3-0 atas Crystal Palace dalam laga tunda pekan ke-31 Liga Inggris 2025-2026 di Stadion...

Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 14 Mei 2026 07:56

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan sosial terhadap mahasiswa.  Upaya tersebut dilakukan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak