slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Berkat Emas, Fitnah Mendua Tuntas

Aas Arbi by Aas Arbi
25-09-2018 15:16:17
in Sosial Budaya
Berkat Emas, Fitnah Mendua Tuntas
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Ini kisah sepasang suami istri, sebut saja Kojek (56) dan Eyah (54) yang mengaku pernah difitnah tetangga karena sirik pada limpahan rezeki yang mereka dapat. Katanya, sang tetangga tak terima saat tahu Kojek yang diberi amanah menjalani bisnis salah satu orang terkaya di salah satu kampung di Kabupaten Serang. Aih, benar tuh, Kang?

“Ya waktu itu kejadiannya pas saya usia 36 tahun dan istri 34 tahun. Wah, rumah tangga kita hampir pecah,” curhat Kojek kepada Radar Banten.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Seperti diceritakan Kojek, ia memang termasuk orang baru di kampung tempat tinggal istrinya. Terlahir dari keluarga sederhana, tak kaya tapi tak bisa dianggap miskin juga, Kojek tumbuh menjadi lelaki yang penuh motivasi dalam meraih sesuatu.

“Saya dari kecil memang sudah punya keinginan jadi pengusaha. Umur 13 tahun sudah jualan, pokoknya apa saja saya coba jual biar jadi uang,” curhat Kojek.

             Kegagalan demi kegagalan dilaluinya. Tak hanya itu, bahkan ia pernah mengalami peristiwa memilukan. Berbulan-bulan mengumpulkan uang hasil jualan untuk biaya sekolah, ketika hendak membayar pendaftaran masuk SMP, uangnya dijambret orang. Tak disangka, ternyata pencuri itu tak lain orang dekat yang ada di lingkungan keluarga. Oalah.

“Ya itu pengalaman lagi masa-masa susah, Kang. Akibat kejadian itu, saya enggak nerusin sekolah. Jadi saya memutuskan buat dagang,” aku Kojek mengenang masa lalu.

Namun, bukan Kojek namanya kalau menyerah pada keadaan. Ia terus berdagang dan berdagang, sampai usia beranjak dewasa, bisnisnya belum juga menemukan jalan mulus. Hingga akhirnya ia tak bisa membantah kemauan orangtua, Kojek pun mengakhiri masa lajang dengan menikahi wanita tetangga desa, wanita itu tak lain adalah Eyah.

Dengan pesta pernikahan sederhana, Kojek dan Eyah resmi menjadi sepasang suami istri. Lantaran mereka tak mengenyam pendidikan formal, terpaksa Kojek berjuang memenuhi ekonomi dengan kerja serabutan. Berdagang apa saja yang penting halal, ia bekerja keras mencari nafkah.

Beruntung, Kojek mendapat istri yang selalu mengerti keadaan suami. Eyah tak pernah lelah menemani meski kesulitan ekonomi menghampiri. Sampai satu tahun kemudian, mereka dianugerahi anak pertama, membuat hubungan semakin mesra.

Dua tahun kemudian lahirlah anak kedua, sejak saat itu, cobaan hidup semakin keras mendera. Karena tak punya pekerjaan jelas, ketika berada di posisi sangat kekurangan, terpaksa, Kojek dan Eyah menjual emas mahar pernikahan. Bukan hanya itu, mereka juga meminjam uang ke tetangga. Apalah daya, saat tenggat waktu pembayaran tak ditepati, hinaan dan cacian pun datang menusuk hati. Aih.

“Duh, Kang. Kalau saya bayangin tuh suka sedih. Saya merasa jadi lelaki paling hina saat rumah tangga dijelek-jelekin tetangga cuma karena belum bayar hutang,” curhat Kojek.

Hingga suatu hari, Kojek diterima bekerja sebagai pengumpul besi bekas di sebuah pabrik baja swasta milik salah satu orang terkaya di kampungnya. Seiring berjalannya waktu, berkat kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, serta kejujuran, terdengarlah nama Kojek di telinga sang pemilik perusahaan.

Seolah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menjadi orang kaya, karena sang pemilik perusahaan memang sedang mencari orang kepercayaan, hal itu jatuh ke tangan Kojek. Ia diberi amanah mengelola ruko milik pengusaha itu. Perlahan tapi pasti, Kojek mulai merasakan hasil dari kerja kerasnya selama ini. Wih, keren amat, Kang.

“Ya alhamdulillah. Saya enggak mau sebut nama, tapi dia (si orang kaya) memang sangat dermawan. Tapi sekalinya bikin kecewa karena enggak jujur atau gagal jalanin usaha, pasti dia enggak akan maafin,” kata Kojek.

Ekonomi meningkat, Kojek dan Eyah mulai dipandang masyarakat. Mengumpulkan uang dan terus bekerja keras, ia sanggup membeli kendaraan pribadi dan membangun rumah yang lebih besar. Pokoknya, waktu itu ia dianggap orang kaya baru di mata masyarakat kampung.

Hingga masalah pun datang menerjang, Kojek dituduh punya istri muda. Parahnya, fitnah itu datang dari tetangga rumah yang merupakan salah satu karyawan lama sang majikan yang memberi kepercayaan pada Kojek. Apa mau dikata, ketika nama Kojek sedang tenar-tenarnya sebagai orang kaya baru, justru malah berubah menjadi orang yang punya selingkuhan.

Berita perselingkuhan itu menyebar ke seluruh penjuru kampung, setiap ada kumpul ibu-ibu, pasti obrolannya membicarakan kasus Kojek. Tak ayal, hal itu berdampak buruk bagi rumah tangga, Eyah sempat tak mau berbicara pada sang suami.

“Kalau dibilang pusing sih pusing, istri waktu itu ngamuk. Padahal sudah saya jelasin, tapi dia enggak mau dengar omongan saya,” curhat Kojek.

Dan di suatu malam, selepas melaksanakan salat Isa berjamaah, Kojek mengajak sang istri duduk berdua di halaman belakang rumah. Di sana ia mencurahkan kegelisahan dan mencari solusi atas apa yang rumah tangga mereka alami. Hingga keduanya mulai kembali saling mengerti, cintalah akhirnya yang mengharmoniskan hubungan mereka kembali.

Dengan sisa uang tabungan yang mereka miliki, diam-diam Kojek mengatur rencana untuk sang istri tercinta. Dengan situasi yang masih tak terkendali, jangankan bertegur sapa dengan tetangga, keluar rumah pun Kojek malu. Tapi meski begitu, berkat bantuan orang suruhannya, Kojek berhasil mewujudkan rencana untuk istrinya. Ngapain sih, Kang?

“Saya beliin dia emas, Kang. Soalnya emas yang nikah dulu terjual buat keperluan. Nah, jadi saya beliin lagi yang lebih bagus dan mahal,” terang Kojek.

Saat malam tiba, diajaklah sang istri ke belakang rumah tempat mereka biasa bersenda gurau. Tanpa ada kata pembuka, disodorilah emas berlian di hadapan Eyah. Sontak sang istri terkejut, dengan sigap Eyah mengambilnya dan memeluk Kojek. Sejak itu, masalah perselingkuhan seakan musnah, Kojek dan Eyah semakin mesra.

Subhanallah, semoga Kang Kojek dan Teh Eyah langgeng terus dan jadi keluarga bahagia selamanya. Amin. (daru-zetizen/zee/ags)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemilu Belum Adil terhadap Kaum Difabel

Next Post

Cerita Penjual Batu Akik: Omzet Rp2 Juta Perhari Cuma Tinggal Kenangan

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Cerita Penjual Batu Akik: Omzet Rp2 Juta Perhari Cuma Tinggal Kenangan

Cerita Penjual Batu Akik: Omzet Rp2 Juta Perhari Cuma Tinggal Kenangan

Pemilih Milenial Kunci Kemenangan Pilpres

Debat Capres Boleh Dilakukan Lembaga di Luar KPU

Debat Capres Boleh Dilakukan Lembaga di Luar KPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Prosesi upacara penyambutan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti di Polda Banten.

Polda Banten Sambut Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, Wujud Kepercayaan Negara atas Kinerja Polri

Kamis, 2 Juli 2026 14:33
Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana saat meninjau gedung BPBD Kabupaten Serang.

Gedung Kantor Rusak, BPBD Kabupaten Serang Bakal Direlokasi ke Puspemkab

Kamis, 2 Juli 2026 14:23
Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan

Kasus Mafia Tanah Kota Serang Rp 24 Miliar, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

Kamis, 2 Juli 2026 13:39
Ilustrasi penangkapan pelaku

Usai Pesta Sabu, Dua Pengedar Ditangkap Polresta Serang Kota

Kamis, 2 Juli 2026 13:20
Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Kamis, 2 Juli 2026 13:07
Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Kamis, 2 Juli 2026 11:54
Prosesi upacara penyambutan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti di Polda Banten.

Polda Banten Sambut Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, Wujud Kepercayaan Negara atas Kinerja Polri

Kamis, 2 Juli 2026 14:33
Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana saat meninjau gedung BPBD Kabupaten Serang.

Gedung Kantor Rusak, BPBD Kabupaten Serang Bakal Direlokasi ke Puspemkab

Kamis, 2 Juli 2026 14:23
Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan

Kasus Mafia Tanah Kota Serang Rp 24 Miliar, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

Kamis, 2 Juli 2026 13:39
Ilustrasi penangkapan pelaku

Usai Pesta Sabu, Dua Pengedar Ditangkap Polresta Serang Kota

Kamis, 2 Juli 2026 13:20
Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Kamis, 2 Juli 2026 13:07
Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Kamis, 2 Juli 2026 11:54

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Prosesi upacara penyambutan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti di Polda Banten.

Polda Banten Sambut Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, Wujud Kepercayaan Negara atas Kinerja Polri

by Fahmi
Kamis, 2 Juli 2026 14:33

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten menggelar Upacara Penyambutan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti yang dianugerahkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto kepada...

Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana saat meninjau gedung BPBD Kabupaten Serang.

Gedung Kantor Rusak, BPBD Kabupaten Serang Bakal Direlokasi ke Puspemkab

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 2 Juli 2026 14:23

SERANG,RADARBANTEN.CO.DI- Pemkab Serang berencana akan memindahkan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang ke Puspemkab Serang. Rencana tersebut diungkapkan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak