SERPONG – Forum Silahturahmi Pimpinan Pondok Pesantren (FSPP) Tangsel dikukuhkan. Diharapkan keberadaannya mampu meningkatkan pemberdayaan pondok pesantren. Ketua Departemen Kominfo mewakili Presidium FSPP Provinsi Banten, Fadlullah menyatakan, misi utama FSPP yakni menyambung silaturahim dan memperkuat hubungan persaudaraan umat Islam. Khususnya di lingkungan pesantren.
”Oleh karena itu, dalam konteks kontestasi politik 2019 para kyai asatidz dan santri pondok pesantren di bawah kordinasi FSPP harus cerdas memilih. Sekaligus menghormati pilihan yang mungkin berbeda,” katanya, Minggu (30/9) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tangsel.
Ia mengingatkan misi FSPP, bertujuan pemberdayaan pondok pesantren. ”Alhamdulillah FSPP Provinsi Banten bersama Pemprov akan terus melanjutkan program bantuan untuk pemberdayaan pesantren,” katanya.
”Tahun 2019, Insya Allah alokasi anggaran bantuan pemberdayaan pesantren dari provinsi melalui FSPP terus bertambah. Dalam hal ini, FSPP Provinsi mengapresiasi kinerja FSPP Kota Tangsel yang proaktif dan telah memberikan laporan administratif yang unggul. Tentu saja hal ini juga karena pembinaan Kemenag Tangsel yang progresif,” tukasnya.
Apalagi RUU Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan tengah diperjuangkan, ada empat poin. (selengkapnya, lihat tabel-red).

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus FSPP Tangsel masa khidmat 2018-2023 di bawah komando KH. Imam Syarif Hidayatullah, MA. ”Mari untuk bersama-sama mewujudkan visi Tangsel C-More (cerdas, modern, dan religius,-red),” terangnya.
”Misi religius ini tidak bisa dicapai dengan cara instan. Warga Tangsel lebih khusus kaum muda tidak cukup belajar agama secara digital tanpa bimbingan guru. Dalam hal inilah, peran kiai dan ustad di pondok pesantren diperlukan dalam membina santri dan masyarakat luas melalui majelis-majelis taklim yang ada,” tukasnya. (Wahyu S/RBG)









