SERANG – Keterlibatan perempuan dalam mendorong kesejahteraan petani dinilai memilki peran strategis. Hal itu yang menjadi komitmen Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perempuan Tani (PT) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Banten yang dilantik di pendopo kantor gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Sabtu (29/9).
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Perempuan Tani HKTI Banten Lindra Octora mengatakan, Perempuan Tani HKTI Banten menjadi wadah bagi para perempuan yang peduli terhadap permasalahan pertanian di Banten. “Petani di Banten harus mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas sehingga hasil pertanian bisa berkembang,” ujarnya.
Kata dia, Perempuan Tani HKTI Banten merupakan provinsi ketiga yang dilantik setelah Jawa Barat dan Kepulauan Riau. Kehadirannya bersama pengurus, berharap menjadi ujung tombak menciptakan inovasi dalam bertani. “Banyak hal yang bisa dilakukan ke depan. Kehadiran Perempuan Tani Banten tentunya akan berjuang untuk itu,” terangnya.
Sekretaris Perempuan Tani HKTI Banten Vita Maulidya menambahkan, langkah yang akan dilakukan dalam mendorong kemajuan petani akan dikemas dalam bentuk program kerja. “Semua langkah yang dilakukan Perempuan Tani di Banten akan dilakukan berdasarkan rencana kerja. Dirumuskan lalu direalisasikan. Itu tekad kami dalam mewujudkan petani yang makmur melalui program pemberdayaan,” katanya.
Bendahara DPD Perempuan Tani HKTI Provinsi Banten Heni Sulastri mengatakan, keikutsertaannya di organisasi tersebut karena panggilan jiwa untuk turut serta membantu kondisi petani di Banten. Perempuan petani yang memiliki kuantitas lebih besar hingga mencapai 74 persen, tetapi dirasa belum maksimal keikutsertaannya dalam pengambilan keputusan kesejahteraan. “Saya jika ke lapangan banyak mendapatkan keluhan dari petani, seperti terkait bibit dan harga gabah,” katanya.
Kata dia, potensi pertanian di Banten khususnya di Kota Serang perlu terus ditingkatkan. Ia mencontohkan seperti di kawasan Cipocokjaya masih banyak potensi pertanian yang dapat dikembangkan.
“Mudah-mudahhan dengan saya bergabung dengan Perempuan Tani HKTI ini, bersama dengan Bu Ketua dan pengurus, kita dapat membantu kondisi para petani tersebut,” katanya.
Dewan Pimpinan Nasional Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto berharap, kepengurusan Perempuan Tani di Banten mampu berkontribusi dan mendorong kemajuan petani melalui program pemberdayaan. “Petani merupakan roda penggerak ekonomi nasional. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, sektor pertanian juga mampu mendongkrak citra Indonesia di dunia,” katanya.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy yang hadir dalam acara tersebut berharap PT HKTI Banten bisa menjadi mitra kerja Dinas Pertanian Banten. Menurutnya, Perempuan Tani HKTI Banten bisa melakukan kerja sama dengan Dinas Pertanian Banten dalam konteks pemberdayaan para petani di wilayah Banten. “Banten merupakan wilayah pertanian, Perempuan Tani bisa menjadi mitra kerja Dinas Pertanian,” pungkasnya. (fdr/aas/ira)








