JAKARTA – Masalah dalam tes calon aparatur sipil negara (ASN) datang silih berganti. Setelah terkuak persoalan pengadaan komputer atau laptop oleh vendor yang membuat tes terlambat, masalah lain muncul. Kali ini karena masalah pendataan pelamar yang lulus seleksi administrasi dari Kemenkum HAM.
Pendaftar dari Kemenkum HAM itu ternyata belum semuanya masuk ke sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hasil seleksi administrasi itu ternyata masuk secara bertahap ke sistem tersebut. Persoalan itulah yang membuat penjadwalan jadi sulit. Termasuk di Jogjakarta yang dijadwalkan berlangsung hingga subuh. Meskipun belakangan dikoreksi kembali jadwal tersebut. Sumber persoalan yang sama juga membuat tes di Empire Palace, Surabaya juga terkendala.
Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menjelaskan jadwal seleksi kompetensi dasar (SKD) di titik lokasi di Empire Palace itu memang bergeser. Karena jadwal peserta hasil verifikasi dari Kemenkum HAM bertambah.
”Setelah disinkronisasi dengan server pusat, masih ada tiga ribuan peserta baru yang mengharuskan sesi digeser,” jelas Ridwan, Minggu (28/10). Dia sekaligus menampik dugaan masalah teknis pergeseran tersebut.
Informasi pergeseran itu salah satunya muncul dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur. Sesi pukul 10.00 yang dianggap sesi kedua itu ditunda hingga pukul 14.00. Sesi tersebut, sesuai pengumuman dari BKD Jatim, dijadwalkan untuk tes bagi pelamar jabatan perawat terampil sebanyak 1.400 peserta.
Ridwan menuturkan, persoalan sama terjadi pergeseran jadwal untuk tes di Jogjakarta. Jumlah peserta dari Kemenkum HAM belum diterima seluruhnya oleh sistem. ”Oleh karena itu, kami kesulitan menjadwal,” terang dia.
Sebelumnya, pergeseran jadwal ujian tes itu hingga subuh. Sesi ke delapan pada Sabtu (27/10) itu berlanjut hingga kemarin pagi pukul 04.00-05.30. Ridwan menuturkan jadwal tersebut akhirnya tidak jadi direalisasikan. ”Sudah diputuskan tidak jadi. Peserta sudah diminta untuk cek web Kemenkumham untuk update jadwal lebih lanjut,” ungkap Ridwan.
BKN tentu tidak ingin merugikan peserta yang telah mendapatkan jadwal lebih awal. Oleh karena itu diputuskan tidak ada pergeseran jadwal lagi karena data susulan dari Kemenkum HAM itu. ”Mulai Senin (hari ini-red) jadwal normal. Sudah diputuskan bahwa sisa peserta Kumham akan diselesaikan ketika ada jadwal kosong,” tegas dia.
Hingga sore kemarin, ternyata belum semua instansi mengumumkan semua hasil seleksi administrasi. Total ada 16 instansi yang belum juga mempublikasikan seleksi tahap pertama itu. Ridwan mengaku tidak tahu instansi mana saja yang belum. Dia hanya mengetahui jumlahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Kementerian Hukum dan HAM Dedet berjanji bakal melakukan pengecekan ke lapangan terkait jadwal seleksi penerimaan calon ASN. Meski demikian, pihaknya mengakui bila sejumlah kendala dihadapi panitia. Seperti peralatan dan tempat tes yang terbatas. Hal itu disebabkan lantaran pelaksanaan tes CAT kementerian lain dilakukan bersamaan. ”Jadi peralatan dan tempat yang dimiliki harus bergantian,” ujarnya.
Ke depan, pihaknya berjanji bakal memperbaiki kendala-kendala yang dihadapi saat ini. Hanya, perbaikan itu harus dilakukan setelah semua persoalan dievaluasi secara menyeluruh. ”Kami terus melakukan perbaikan dan evaluasi supaya pelaksanaan penerimaan calon ASN,” imbuh Dedet.
Diawasi BKN
Sementara itu, sebanyak 31.566 pelamar yang lolos seleksi administrasi pendaftaran calon ASN di lingkungan Pemprov Banten mulai mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) di Aula Gedung Badan Diklat (Badiklat) Provinsi Banten di Jalan Raya AMD Lintas Timur, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Minggu (28/10).
Sebelum tes dimulai pukul 07.30 pagi, ribuan pelamar bersama keluarganya sudah memadati halaman Badiklat Banten. Setelah panitia membuka tes pukul 08.00, para pelamar antre mengambil nomor tes untuk mengikuti CAT. Panitia seleksi dibantu petugas Satpol PP melakukan pemeriksaan terhadap peserta yang akan masuk ke dalam lokasi ujian. Setiap pengambilan nomor tes harus menunjukkan formulir pendaftaran calon ASN dan KTP asli. Pelaksanaan tes yang menggunakan alat komputer itu dilakukan dengan empat sesi masing-masing sebanyak 400 peserta.
Sekretaris BKD Banten Ganis Diponegoro memperkirakan, dari seluruh formasi calon ASN banyak yang dilamar oleh warga luar Banten. Seperi Bandung, Tasikmalaya, Sulawesi hingga Sukabumi. “Tapi memang belum kita cek datanya,” kata Ganis ditemui saat memantau seleksi, kemairn.
Ganis menjelaskan, dari total 31.566 peserta yang mengikuti SKD tersebar di kabupaten kota di Banten. “Jumlah peserta yang ikut tes terdiri dari Provinsi Banten 5.216 orang, Tangerang Selatan 1.746 orang, Kabupaten Tangerang 5.893 orang, Kota Tangerang 4.378 orang, Kabupaten Pandeglang 2.800 orang, Kabupaten Lebak 5.433 orang, Kota Serang 3.217 orang, dan Kota Cilegon 2,913 orang,” jelasnya.
Menurutnya, jumlah peserta yang mengikuti SKD dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama dilaksanakan untuk formasi Provinsi Banten. “Untuk provinsi pelaksanaan tes kompetensi dasar ini sudah dimulai pada Sabtu (27/10) sampai Senin (29/10). Setelah selesai dilanjutkan oleh Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Pandeglang, Lebak, Serang, dan Kota Cilegon. Secara keseluruhan tes kita laksanakan mulai Sabtu (27/10) sampai 9 November,” ungkapnya.
Dari tes itu, kata Ganis, semua peserta langsung mengetahui nilai yang didapat. Pelaksana tes langsung diawasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Skor yang didapat peserta sudah ketahuan pada saat menyelesaikan soal karena ada ambang batas nilai yang harus didapat. Kalau untuk di dalam ruang tes, sepenuhnya kewenangan BKN. Seperti komputer dan lainnya. Kami tidak boleh masuk ruangan saat tes berlangsung,” imbuhnya.
Hasil tes SKD akan diumumkan secepatnya. Nanti para peserta akan segera mengetahui lulus seleksi atau tidak menjadi calon ASN. “Peserta yang lulus akan kita umumkan di website dan di media juga. Kalau keputusan BKN hasilnya akan diumumkan 26 November, tapi kita (provinsi) kalau tidak ada halangan tanggal 17 juga sudah diumumkan,” tambahnya.
Salah satu peserta yang bernama Putri asal Tasikmalaya mengatakan, pendaftaran calon ASN kali ini terakhir baginya karena sudah memasuki usia maksimum. Dia jauh-jauh datang ke Banten hanya ingin mengikuti seleksi calon ASN. “Ini memang terakhir. Usia saya tahun depan sudah lebih dari 35 tahun. Saya sudah mengabdi menjadi guru SMP hampir 8 tahun. Mudah-mudahan saja saya lolos menjadi PNS,” kata dia seraya mengaku sudah ada di Pandeglang sejak Sabtu (27/10). Ia menginap di salah satu hotel di Pandeglang. (BRP/RBG)








