SERANG – Salmah nekat menyeberang tol Merak-Tangerang KM 61, tepatnya di Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Minggu (28/10) malam. Salmah tewas seketika usai ditabrak sebuah bus bernopol A 7573 FS.
“Bus Arimbi datang dari Merak menuju Jaya (Jakarta-red). Setiba di tempat kejadian perkara, menurut pengemudi, tiba-tiba ada seseorang menyeberang dan tertabrak,” kata Kepala Induk PJR Tol Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rikky Akamja saat dihubungi, Senin (29/10).
Usai kecelakaan, korban dievakuasi petugas ke RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang. Identitas korban terungkap seusai kasus lakalantas itu dilimpahkan ke Unit Laka Polda Banten. “Korban wanita tanpa identitas, meninggal di lokasi kejadian. Penanganan dilimpahkan ke Laka Polda,” jelas Akmaja.
Sebelumnya, di lokasi berbeda, seorang penyeberang tol mengalami luka serius lantaran terserempet kendaraan saat melintas di tol Tangerang-Merak KM 75, Kecamatan Serang, Kota Serang. Korban bernama Umar (65), warga Majalengka, Jawa Barat, nekat menyeberangi tol pada Minggu (28/10) siang.
“Korban atas nama Umar memasuki area tol, diduga korban menyeberang lalu terserempet oleh kendaraan yang melintas di sana,” kata Akmaja.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi terluka parah. Sementara, kendaraan yang menabrak korban tidak diketahui identitasnya. “Mobil (penabrak) tidak diketahui identitasnya, korban terluka, patah bagian kaki sebelah kanan. Korban ditemukan oleh petugas masih dalam keadaan sadar hanya mengalami luka parah,” kata Akmaja.
Kanit Laka Polda Banten Inspektur Polisi Dua (Ipda) Pujianto mengaku, kasus lakalantas itu masih dalam proses penyelidikan. “Keduanya sedang menyeberang tol. Korban atas nama Umar saat ini masih dalam perawatan di RS Sari Asih Serang,” kata Pujianto.
Kasus kecelakaan serupa pernah terjadi pada Minggu (23/9) lalu. Ipah (26), tewas tertabrak sebuah minibus saat sedang menyeberang di tol Tangerang-Merak, tepatnya di KM 56, Desa Undarandir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.
Peristiwa terjadi sekira pukul 18.43 WIB. Sebelumnya, sebuah mobil Suzuki Ertiga dengan nomor polisi (nopol) B 1349 SVJ melaju dari arah Tangerang menuju Merak. Mobil yang dikemudikan Prima Saputro melaju kencang di lajur kanan.
Sesampainya di lokasi, mobil menabrak pejalan kaki, dengan posisi akhir kendaraan melintang berada di antara bahu jalan dan lajur sebelah kiri. Tubuh warga Kampung Pematang, Desa Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, itu terpental hingga parit dan tewas seketika.
Sementara, Kepala Divisi Hukum dan Humas PT Marga Mandala Sakti (MMS) atau Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak Indah Permanasari mengaku, telah mencegah masyarakat agar tidak menyeberang di dalam tol. “ASTRA Tol Tangerang-Merak sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya sosialisasi informasi melalui spanduk, sosialisasi media elektronik, website. Bahkan, secara periodik melakukan talkshow dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar tol Tangerang-Merak,” jelas Indah. (Merwanda/RBG)










