SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus pengeroyokan terhadap pelajar SMP berinisial KA (16) berakhir dengan perdamaian. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perkara tersebut secara keluargaan.
“Kedua belah pihak telah bertemu beberapa hari yang lalu, kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady, Minggu, 10 Mei 2026.
Kasus pengeroyokan yang terjadi Kampung Kagulon, Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Minggu, 26 April 2026, menyebabkan korban mengalami yang cukup serius. Warga Kampung Kemayungan, Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, itu sempat dirujuk ke RSUD Kota Serang.
“Pasca kejadian, ada enam terduga pelaku yang menyerahkan diri ke Polres Serang. Mereka datang setelah kami minta untuk kooperatif,” kata Andi.
Keenam pelajar SMP yang menyerahkan diri tersebut berinisial AM, RS, AR, AL, MR, dan FM. Mereka merupakan warga Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pengeroyokan itu karena tawuran.
Sebelumnya, para pelaku telah janjian dengan kelompok korban.
“Jadi menurut pengakuannya, mereka ini sudah janjian untuk tawuran tangan kosong. Mereka ini tawuran antar kampung, antara Kampung Cigelam dan Kemayungan,” katanya.
Di lokasi kejadian tepatnya, area persawahan Kampung Kagulon, para pelaku mendapati korban bersama dua rekannya. Disana, korban disebut membawa sebilah senjata tajam (sajam) yang menyerupai celurit.
Sajam tersebut sempat disebetkan kepada salah satu pelaku yang mengeroyok korban.
“Dari salah satu pelaku yang mengeroyok korban ini kena sabetan sajam, makanya keduanya ini saling lapor,” kata Andi.
Saat kejadian, salah satu pelaku berhasil mengambil sajam dan menyabetkannya ke tubuh korban. Tak hanya itu, korban juga dikeroyok dengan tangan kosong.
“Setelah kejadian korban mengalami luka akibat pengeroyokan yang dilakukan keenam pelaku,” ujar Andi.
Usai kejadian, korban membuat laporan ke Polres Serang. Salah satu pelaku yang dilaporkan kemudian membuat laporan balik atas kekerasan yang dilakukan korban.
“Salah satu pelaku ini mengalami luka pada bagian tangan menurut pengakuan dia, luka tersebut akibat sabetan sajam oleh korban,” tutur Andi.
Editor: Agus Priwandono









