CILEGON – Wilayah Kota Cilegon dinilai menjadi pintu masuk peredaran narkoba di Pulau Jawa. Ini dikarenakan pelabuhan-pelabuhan yang ada sering menjadi transit barang haram itu.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten Kombes Pol Tantan Sulistiyana usai bertemu Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi di ruang kerjanya, Jumat (15/2).
Menurut Tantan, pemetaan berdasarkan kasus yang diungkap pada tahun-tahun sebelumnya. Wilayah Banten bukan hanya wilayah edar dan lintasan, tapi menjadi tempat transit, hingga produksi. Kota Cilegon, kata dia, menjadi tempat lintas yang sering dilalui. “Cilegon itu tempat lintas. Titik rawan ini berkaitan sepanjang lintasan pantai Cilegon memiliki pelabuhan,” ujarnya kepada Radar Banten usai pertemuan.
Tantan mengatakan, Cilegon menjadi pintu masuk suplai narkoba. Jenis narkoba ganja masuk dari wilayah Sumatera dan sabu dari Malayasia, baik melalui pelabuhan resmi maupun tidak resmi. “Kita semua sepakat wilayah Banten darurat narkoba. Maka diperlukan kerja sama dan sinergi melakukan pencegahan,” imbuhnya.
Berkaitan dengan itu, kata Tantan, BNN mendorong kerja sama mempersempit ruang gerak peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah-wilayah bersama Pemkot Cilegon. Ini dilakukan sesuai dengan rencana aksi BNN 2019 di antaranya meliputi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran narkoba. “Sekarang memang sudah berjalan. Tapi tentunya perlu ditingkatkan lagi,” katanya.
Ia berharap semua instansi terlibat menekan peredaran narkoba termasuk Pemkot Cilegon, mendorong melakukan kegiatan pencegahan secara mandiri. Artinya, Pemkot melakukan sosialisasi bahaya narkoba, pembuatan regulasi internal dan melakukan tes urine. “Ke depan daerah yang berstatus rawan, dengan melakukan program pencegahan dan pemberdayaan diharapkan bersih dari narkoba,” harapnya.
Kepala BNN Kota Cilegon AKBP Asep Muchsin Jaelani mengatakan, tahun 2019 pihaknya fokus mendorong kelurahan-kelurahan yang dianggap rawan narkoba gencar melakukan sosialisasi. Sayangnya, Asep tidak merinci kelurahan yang menjadi target sasaran. “Kita ingin memberantas mulai dari tingkat kelurahan-kelurahan,” katanya.
Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengakui peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Cilegon terus terjadi. Namun, pihaknya bersama dengan BNN Kota Cilegon terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba. “Belum lama ini kepala Kejari juga mengeluhkan soal itu. Tentu kami berharap bersama dengan BNN terus melakukan sosialisasi. Karena narkoba berbahaya bagi semua kalangan,” pungkasnya. (fdr/air/ags)








