LEBAK – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Lebak Babay Imroni meminta agar UKM yang ada di sejumlah kecamatan dikelola secara profesional. Upaya itu, kata dia, penting agar produk yang dihasilkan berkualitas dan mampu memenuhi standar yang diinginkan konsumen.
“Saya yakin, kualitas produk akan baik jika UKM dikelola secara modern dan profesional. Karenanya, kita terus mendorong pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas produksinya,” kata Babay kepada Radar Banten, Jumat (26/7).
Dia mengklaim, instansinya telah melakukan pembinaan terhadap 50 ribu UKM di 28 kecamatan. Namun, kata Babay, pembinaan dilakukan secara bertahap, karena sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki instansinya terbatas.
“Saya meminta kepada pelaku UKM untuk sungguh-sungguh dalam mengelola usahanya. Yakin, produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk UKM dari kabupaten/kota lain di Indonesia,” katanya.
Babay menjelaskan, sejumlah produk lokal yang telah dipasarkan di toko modern, di antaranya kopi baduy, gula aren, dan sale pisang. Komoditas tersebut hasil olahan UKM yang diproduksi secara terus menerus. “Ke depan, saya ingin produk UKM yang dipasarkan di ritel modern bertambah banyak, sehingga menguntungkan pelaku UKM,” katanya.
Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Omas Irawan mengaku, dirinya bersama kepala Dinas Koperasi dan UKM kerap terjun ke kecamatan-kecamatan untuk membina pelaku UKM. “Ini sebagai upaya agar dapat meningkatkan kualitas produk UKM,” katanya. (Nurabidin Ence/RBG)








