CILEGON – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Cilegon sedang mencari sosok lain pendamping Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar untuk maju pada Pilkada Kota Cilegon 2020. Partai banteng moncong putih membuka pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon mulai Senin (9/9) hingga Sabtu (14/9) mendatang.
Ketua Tim Penjaringan dan Verifikasi Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Tb Amri Wardhana menjelaskan, secara internal, PDIP telah sepakat mengusung Reno Yanuar sebagai bakal calon kepala daerah. Namun, sesuai aturan, PDIP harus berkoalisi dengan partai lain karena jumlah kursi di DPRD Kota Cilegon belum memenuhi syarat.
Sesuai amanah DPP, kata Amri, PDIP Cilegon membuka penjaringan tersebut. Meski internal PDIP telah menyepakati untuk mengusung Reno, tetapi pihaknya tidak menutup kesempatan orang lain untuk mendapat dukungan sebagai bakal calon walikota dari PDIP.
“Politik kan dinamis, untuk siapa yang akan dimajukan sebagai bakal calon walikota dan siapa yang wakil walikota nanti menjadi agenda pembahasan politik selanjutnya. Tugas kami saat ini hanya melakukan penjaringan,” ujar Amri di kantor DPC PDIP Kota Cilegon di Jalan Stasiun, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Senin (9/9).
Menurut Amri, usai tahapan pendaftaran, pihaknya akan melakukan seleksi administrasi dan juga survei. Hasil dari rangkaian itu akan diajukan ke DPP PDIP untuk menentukan siapa yang akan diusung.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar menjelaskan, proses penjaringan menjadi tahapan yang harus dilakukan partainya untuk bisa maju pada pilkada. “Sesuai aturan kan di Kota Cilegon hanya Partai Golkar yang bisa mengusung sendiri, tanpa koalisi, partai lain harus berkoalisi,” ujar Reno.
Kata Reno, upaya penjaringan itu pun merupakan bentuk keseriusan partainya dalam menentukan sosok yang tepat untuk diajukan ke publik sebagai calon walikota dan wakil walikota Cilegon. “Siapa pun nanti, yang terpenting mempunyai kesamaan visi-misi dengan PDIP dan juga yang menginginkan perubahan di Kota Cilegon,” ujar Reno.
Disinggung soal dirinya yang akan maju, menurutnya, baik internal PDIP dan sejumlah elemen masyarakat telah memintanya untuk maju sebagai calon pada pilkada nanti. Namun terkait posisi mana dia akan maju, hal itu ia serahkan pada mekanisme yang berlaku di partai serta komunikasi politik yang terbangun. “Politik itu kan dinamis, jadi kita lihat nanti kedepan bagaimana, dalam politik kan segala kemungkinan bisa terjadi,” papar Reno. (bam/ibm/ags)










