TANGERANG – Pemerintah Desa Malang Nengah, Kecamatan Pagedangan, memusatkan perhatiannya pada pembangunan infrastruktur. Ini sesuai usulan terbanyak dari masyarakat dalam musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) di aula Desa Malang Nengah.
Kepala Desa Malang Nengah Suryadi (49) menyatakan, bahwa usulan dari tiap RW akan direalisasikan. Hasil musrenbangdes itu akan dimasukkan dalam RPJMDes Malang Nengah. Hal ini merupakan rencana strategis pemerintah desa untuk mencapai tujuan dan cita-cita desa.
”Spirit ini apabila dapat dilaksanakan dengan baik, maka kita akan memiliki sebuah perencanaan yang memberi kesempatan kepada desa untuk melaksanakan kegiatan perencanaan pembangunan yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik, seperti partipasif, transparan dan akuntabilitas,” ujarnya kepada Radar Banten. Musrenbangdes kemarin bertema ”Peningkatan Perekonomian Masyarakat dan Kualitas Pelayanan Publik untuk Mendukung Pembangunan yang Berkelanjutan”.
Suryadi menuturkan, visi Desa Malang Nengah ini dilakukan dengan pendekatan partisipasif. Dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan seperti pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga masyarakat desa, dan masyarakat desa pada umumnya.

Kepala Desa Malang Nengah Suryadi
”Visi kami adalah mewujudkan desa yang berkualitas, menuju Desa Malang Nengah baru yang adil, makmur, dan sejahtera. Misi kami adalah meningkatkan saranan prasarana pendidikan dan mutu pendidikan, meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, pengembangan ekonomi masyarakat, pengembangan agribisnis berbasis kelompok, dan meningkatkan pelayanan masyarakat,” urai Suryadi.
Dalam merumuskan RPJMDes, papar Suryadi, pihaknya melibatkan masyarakat melalui musyawarah untuk membuat prioritas dari seluruh gagasan yang ada dengan memadukan/mengintegrasikan sisa-sisa usulan hasil perencanaan partisipasif dari tingkat RT dan RW melalui usulan hasil Musrenbangdes.
Sekretaris Desa Malang Nengah Yoyo Sutrayogi menambahkan, bahwa dalam Musrenbangdes, pewakilan yang hadir adalah delegasi tiap RW maksimal lima orang dan pihak sekolah. ”Kita juga undang pihak kepolisian, yaitu Bhabinkamtibmas, dan Babinsa dari TNI. Usulan paling menonjol adalah infrastruktur, karena memang masih kurang. Jalan, drainase, agar tidak terjadi banjir. Baru kita alihkan ke pemberdayaan,” pungkasnya. (pem/rb/sub)












