SERANG – Padi yang ditanam pada lahan sawah seluas 2.773,5 hektare di Kabupaten Serang terancam puso. Lahan kekeringan dampak dari kemarau panjang. Terparah berada di wilayah Kecamatan Kramatwatu mencapai 585 hektare.
Pantauan Radar Banten, Minggu (15/9), jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Serang meninjau lahan kekeringan di Kecamatan Cikande didampingi sejumlah petani. Beberapa petak sawah mengalami retak-retak.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengaku, pihaknya terus melakukan peninjauan lahan pertanian ke wilayah yang terlaporkan mengalami kekeringan sepanjang kemarau. Pihaknya sudah mengirim bantuan pompa air untuk petani yang lahannya dekat irigasi untuk mencegah kekeringan. “Ada 2.773,5 hektare yang kekeringan,” ungkap Zaldi kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler.
Disebutkan Zaldi, wilayah yang lahan pertaniannya mengalami kekeringan tersebar di 19 kecamatan, di antaranya Kecamatan Kramatwatu, Petir, Cikande, Jawilan, dan Kecamatan Cikeusal. “Tanaman yang kekeringan terancam puso. Kami sudah sediakan pompa (untuk lahan yang dekat irigasi-red). Tapi kalau wilayah yang jauh dari sumber air, agak sulit,” ujarnya.
Selain menyediakan pompa air, pihaknya juga menyediakan bantuan benih tanaman nonpadi, seperti benih jagung dan kacang kedelai. Menurut Zaldi, lahan sawah kekeringan dampak dari kemarau panjang, selain akibat debit air di Bendung Pamarayan menurun, hanya lima meter kubik per detik. “Jumlah itu (debit air di bendungan-red) tidak akan mampu mendorong air ke seluruh wilayah di Kabupaten Serang,” terangnya.
Lantaran itu, Zaldi mengimbau, petani masuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) agar kerugian petani mendapat penggantian Rp6 juta per hektare dari pihak asuransi. Lahan pertanian yang sudah terdaftar program AUTP, diungkapkan Zaldi, baru 2.000 hektare. “Optimalnya di angka 15.000 hektare sudah bagus (pendaftar program AUTP-red), ini setengahnya aja belum,” keluhnya.
Terkait itu, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Serang Subagyo tidak menyangkal, sebagian lahan pertanian di Kabupaten Serang mengalami kekeringan, rata-rata lahan tadah hujan. Untuk menghindari kekeringan, menurtu Subagyo, harus ada perluasan saluran irigasi tersier, serta mengoptimalkan petugas penyuluh pertanian lapangan dan pengamat hama/kebencanaan agar permasalahan terdeteksi sejak dini. (mg06/zai/ags)









