TANGERANG – Kepala Desa Gelamjaya Muldi cukup peduli pada pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak usia dini di desanya. Ia mengalokasikan dana bantuan sarana pembelajaran bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mawar 3. Serta, untuk kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Mawar 3. Kebijakan Pemerintah Desa Gelamjaya dalam penggunaan Dana Desa ini, telah berlangsung sejak 2017.
Muldi menuturkan, alasannya peduli terhadap PAUD dan BKB. Ia percaya dengan beberapa penelitian yang menjadi referensinya, bahwa kesuksesan dan karakter seseorang erat kaitannya dengan pendidikan yang diberikan sejak anak-anak masih berusia dini.
”Karena PAUD ini memang penting demi merancang kesuksesan hidup anak-anak Indonesia di masa depan. Salah satunya, bisa membentuk karakter atau jiwa sejati sejak dini. Makanya, saya berupaya untuk turut serta memfasilitasi PAUD dari Dana Desa,” ujarnya kepada Tim Saba Desa Radar Banten di Kantor Desa Gelamjaya.
Dukungan Pemerintah Desa Gelamjaya ini, karena Muldi ingin, pembelajar PAUD Mawar 3 memiliki metode pembelajaran dan sarana pendidikan yang bisa membuat suasana nyaman dan menyenangkan bagi 100 lebih anak usia dini di dalam kelas. Sehingga, anak-anak PAUD bisa belajar secara efektif.
”Lalu, kita alokasikan tambahan honor buat guru-guru PAUD (delapan orang-red) kurang lebih Rp6 juta per bulan. Itu semua dibagi sesuai dengan haknya masing-masing,” kata Muldi.
Dukungan moril juga selalu diberikan Kepala Desa Gelamjaya kepada pengurus BKB Mawar 3, yang tak lain para kader PKK Gelamjaya. Muldi ingin, program yang digulirkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu benar-benar bermanfaat bagi para ibu dan balitanya. Para ibu bisa tahu pola asuh yang benar melalui BKB Mawar 3, sehingga tumbuh kembang balitanya bisa optimal.
”Saya pasangkan kanopi agar anak-anak dan guru-guru (PAUD Mawar 3-red) juga ibu-ibu BKB tidak kepanasan. Alhamdulillah, tahun 2018 kemarin, kita, BKB Desa Gelamjaya berhasil meraih juara dua BKB se-Provinsi Banten,” tutur Muldi.
Sementara itu, Ketua Pokja BKB Mawar 3, Laila Hasan, mengatakan, bahwa gedung PAUD dan BKB Mawar 3 dibangun menggunakan dana bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MP), Dana Desa, dan dana swadaya masyarakat Gelamjaya.
”Pak Kades Gelamjaya sangat mendukung kita, baik materil maupun moril. Para guru PAUD juga ikut disubsidi, diberikan tambahan honor,” ungkap Laila.
Laila menjelaskan, bahwa sasaran BKB adalah keluarga atau orang tua yang memiliki balita. ”Pusat kegiatan BKB Mawar 3 berada di Perumahan Gelora Mustika Asih, Kampung Gelamjaya, RT 010, RW 03. Kegiatan BKB berpadu dengan kegiatan Posyandu, PAUD, BKR (Bina Keluarga Remaja-red), dan BKL (Bina Keluarga Lansia-red),” paparnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gelamajaya Linda mengklaim, kadernya sangat aktif menggerakkan kegiatan BKB. Ia mengklaim, BKB di desanya merupakan salah satu BKB paling aktif di Kabupaten Tangerang.
”Makanya, kalau ada kunjungan dari orang dinas, seperti dari Dinkes atau lainnya, mereka sangat senang sekali kumpul dengan kita,” ujar Linda. ”Kemampuan bekerja sama cukup penting untuk dilatih sejak anak masih usia duni. Anak-anak, sejak masih di PAUD, akan memiliki jiwa optimis dan terbentuknya harga diri yang cukup tinggi. Mereka pun akan terdorong untuk mengeksplorasi bakat, minat, dan pengetahuan mereka,” pungkas Linda.
Desa Gelamjaya tergolong masih muda karena terbentuk tahun 2000, hasil dari pemekaran Desa Kutajaya yang sekarang menjadi Kelurahan Kutajaya. Luas Desa Gelamjaya 188,6 hektare.
Penduduk Gelamjaya, saat ini mencapai lebih dari 40.000 jiwa, terdiri dari beberapa suku. Penduduk asli desa ini adalah Sunda. Namun, telah banyak pendatang yang menjadi warga desa ini. Antara lain, bersuku Jawa, Batak, dan beberapa suku dari wilayah Timur Indonesia. Kemajemukan ini tidak membuat penduduk Gelamjaya terpecah-pecah. (pem/rb/sub)








