KEJUTAN kembali mewarnai kompetisi Bintang Sains 2019 di Kecamatan Cileles, Lebak.
Kompetisi yang menguji pengetahuan matematika dan sains di Kecamatan Cileles berlangsung di gedung PGRI Gunungkencana, Rabu (23/10).

Sebanyak 84 peserta dari 30 sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Cileles mengikuti kompetisi yang digagas Radar Banten, Banten Raya TV, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lebak. Pengawas Kecamatan Cileles Wasir Nuri dan Ketua K3S Cileles Sumarna turut menyaksikan jalannya lomba.
Selama lomba, persaingan peserta cukup kompetitif. Untuk menentukan sepuluh finalis, host sampai harus membacakan beberapa soal. Soal matematika kembali menentukan sepuluh finalis yang berasal dari Kecamatan Cileles.

Hasilnya, peserta yang berasal dari keluarga kurang mampu kembali mendominasi. Dua anak buruh tampil gemilang dengan menjadi finalis. Keduanya, yaitu Sunaesih asal SDN 4 Cikareo dan Sekar Rizky Utami asal SDN 1 Cileles.

Pengawas UPT Pendidikan Kecamatan Cileles Wasir Nuri mengatakan, Bintang Sains sangat positif karena mampu mendorong kemampuan siswa pada bidang matematika dan sains. Bintang Sains juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Lebak, khususnya di Kecamatan Cileles.
“Event Bintang Sains 2019 akan membentuk siswa didik di Lebak menjadi lebih baik lagi. Saya yakin mereka jauh lebih semangat dan giat dalam belajar,” katanya.

Dia mengimbau kepada kepala sekolah dan guru pendamping untuk mempersiapkan peserta didiknya yang masuk sebagai finalis untuk mewakili Kecamatan Cileles di Bintang Sains tingkat Kabupaten Lebak.
“Tentunya, harus dipersiapkan dan dikawal terus oleh guru pendamping, dengan terus meningkatkan kualitas belajarnya, baik di sekolah maupun di rumah. Sehingga, saat grand final tingkat kabupaten bisa tampil maksimal. Selain soalnya jauh lebih sulit, pesertanya juga pastinya pintar-pintar karena merupakan siswa terbaik di masing-masing kecamatan,” tukasnya.

Salah seorang finalis, Sekar Rizki Utami mengaku, telah mempersiapkan diri hampir dua minggu untuk mengikuti Bintang Sains. “Porsi belajarnya ditambah saat akan menghadapi Bintang Sains. Alhamdulilah bisa masuk sepuluh besar tingkat Kecamatan Cileles,” ujarnya.

Menjadi finalis dan berhak mewakili Kecamatan Cileles, ia mengaku, tak puas karena sempat menjawab soal yang salah lantaran soalnya menjebak. “Sempat salah, untung bukan pas sistem gugur. Saya akan belajar lebih giat lagi agar dapat mengharumkan sekolah dan kecamatan di Bintang Sains. Apalagi juaranya study tour ke luar negeri,” katanya (nce/aas/ira)









